KARIMUN TERKINI
11 Produk Bahan Pokok Jadi Perhatian Karantina Pertanian Selama Idul Fitri
Selain bugkil kelapa, madu dan sarang burung walet, sagu diketahui menjadi ragam komoditas ekspor baru dari Kabupaten Karimun.
Pandemi Covid-19 juga mempengaruhi ekspor beberapa komoditi dari Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.
Bahkan sejumlah komoditi ekspor terhenti. Di antaranya kulit kayu bakau ke Filipina, sarang walet, madu, buah alpukat, cacing nipah dan petai ke Negara Malaysia.
Kondisi ini terjadi sejak bupan April 2020n atau sejak Covid-19 mewabah. Terhentinya ekpsor ini terkendala angkutan ke negara tujuan.
"Karena tidak adanya angkutan membuat beberapa komoditas yang tidak bisa kita ekspor," kata Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun, Priyadi.
Namun tidak semua komoditi ekspor yang terdampak. Ekspor bungkil kelapa ke negara Malaysia hingga saat ini masih bertahan.
Untuk pengangkutan bungkil kelapa dari Karimun pengusaha menggunakan angkutan sendiri.
"Bungkil kelapa menggunakan angkutan sendiri, sehingga bisa terus berjalan. Ada dua kapa, jadi itu pengiriman bisa langsung port to port," jelas Priyadi
Bahkan untuk ekspor komoditi ini terjadi peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu. Dalam sepekan komoditas bungkil kelapa ini dapat diekspor sebanyak tiga kali.
"Bisa hingga 3 kali pengiriman. Untuk kuartal I saja Januari hingga April mencapai 1,6 Ton," kata Priyadi.(TribunBatam.id/Elhadif Putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/karantina-pertanian-tanjungbalai-karimun-melihat-perkebunan-sagu-di-lingga-kepri.jpg)