Sabtu, 2 Mei 2026

KARIMUN TERKINI

11 Produk Bahan Pokok Jadi Perhatian Karantina Pertanian Selama Idul Fitri

Selain bugkil kelapa, madu dan sarang burung walet, sagu diketahui menjadi ragam komoditas ekspor baru dari Kabupaten Karimun.

Tayang: | Diperbarui:
TribunBatam.id/Istimewa
Kepala Karantina Pertanian Karantina Tanjung Balai Karimun Priyadi tinjau pertanian sagu di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Rabu (21/5) kemarin. Badan Karantina Pertanian mencatat, fasilitasi ekspor komoditas pertanian melalui Karantina Pertanian Karimun selama Januari hing April 2020 menunjukan tren peningkatan. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Bungkil kelapa di Kabupaten Karimun menorehkan prestasi. Badan Karantina Pertanian (Barantan) Republik Indonesia mencatat, jumlah ekspor komoditas pertanian melalui Karantina Pertanian Karimun selama Januari hingga April 2020 menunjukan tren peningkatan.

Untuk bungkil kelapa, tercatat 1,1 ribu ton dengan nilai mencapai Rp 14 Miliar. Selain bungkil kelapa, terdapat dua komoditas lain yakni madu dan sarang burung walet.

Untuk jumlah ekspor madu tercatat sebanyak 6 ton atau senilai Rp572 juta dan 268 kilogram dengan nilai Rp3,7 Miliar untuk sarang burung walet.

Selain itu, sagu diketahui menjadi ragam komoditas ekspor baru dari Kabupaten Karimun.

Rampok Tusuk Penghuni Rumah Hingga Tewas Saat ketahuan Sedang Beraksi

Warga Nongsa Positif Corona, Kadinkes Batam Sebut Potensi Ledakan Penyebaran Kasus Kecil

Mantan Menantu Lempar Rumah Mertua Pakai Bom Bondet, Kini Pelaku Diperiksa Polisi

Orang Tuanya Sakit, Pasien Positif Corona di Nongsa Batal Terbang ke Kampung, Reaktif Covid-19

Kepala Barantan RI Ali Jamil mengatakan, petugas yang berada di batas negeri, khususnya di masa lebaran ini diminta untuk meningkatkan pengawasan.

Khususnya terhadap lalu lintas 11 produk bahan pokok yang dikendalikan seperti beras, jagung, cabai dan lainnya.

Langkah yang diambil adalah layanan karantina pertanian tetap berjalan di masa liburan lebaran. Kemudian menjalankan operasi patuh karantina bersama dengan instansi keamanan dan terkait dan meningkatkan fungsi intelijen.

“Lalu lintas 11 bahan pokok kami kendalikan sesuai rekomendasi direktorat teknis. Sementara untuk keamanan, kesehatan dan kelancarannya kami kawal,” ucap Jamil dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Kamis (21/5/2020).

Selain melakukan sinergisitas dengan pemerintah daerah untuk mendorong tumbuhnya ragam komoditas baru, Barantan juga berupaya mensinkronisasi aturan perkarantinaan dengan negara tujuan untuk tiap komoditas pertanian.

Ini bertujuan agar makin banyak protokol ekspor produk pertanian di Indonesia disetujui negara mitra dagang.

"Dalam menjalankan perannya sebagai fasilitator pertanian di Perdagangan international pihaknya melakukan sinergistas dengan seluruh instansi pertanian dan pihak terkait di seluruh Indonesia," tambahnya.

Ia mengatakan, aplikasi peta potensi ekspor besutan Barantan telah disiapkan guna mendorong pembangunan pertanian berbasis kawasan dan kearifan lokal yang berorientasi ekspor.

 Selama Pandemi Covid-19, Petugas Gugus Tugas Tolak Kedatangan Penumpang Tak Punya Tujuan ke Karimun

 Masih ada Warga Anambas Tak Pakai Masker saat Berburu Keperluan Idul Fitri di Pasar Inpres

Informasi yang dapat diakses di seluruh unit pelaksana teknis karantina pertanian ini, berisikan data lalu lintas produk pertanian, baik ekspor, impor dan antar area.

“Tiap pimpinan di unit kerja bertanggungjawab untuk mendorong kinerja ekspor di masing-masing wilayah. Adapun indikatornya selain peningkatan volume dan nilai adalah penambahan negara Tujuan baru dan ragam komoditas. Kita dorong produk baru atau emerging serta produk yang telah diolah, minimal setengah jadi, “ jelas Jamil dari ruang monitoring lalulintas produk pertanian di Jakarta.

Permintaan Sagu asal Lingga Anjlok Hingga 50 Persen

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved