ANAMBAS TERKINI

PAK BUPATI, Warga Jemaja Anambas 'Teriak' Minta Sinyal, Kumpulkan Tanda Tangan Sebagai Bentuk Protes

Asi pengumpulan tanda tangan dilakukan karena warga sudah letih mengingatkan Pemerintah Daerah akan buruknya akses telekomunikasi di daerah mereka.

TribunBatam.id/Istimewa
Aksi spontan masyarakat Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri memasang spanduk terkait sulitnya akses sinyal di daerah mereka, Rabu (21/5/2020). 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Sejumlah warga Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri membuat petisi dengan spanduk putih.

Mereka membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk protes dengan kualitas jaringan provider yang beroperasi di wilayah mereka.

Dalam spanduk tersebut, mereka menuntut janji Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas atas 'merdeka' sinyal khususnya di Pulau Jemaja yang selama ini digadang-gadangkan Bupati Anambas, Abdul Haris.

Seorang pemuda asal Letung Pulau Jemaja, Indra Syahputra mengatakan, kondisi sulitnya mengakses internet menggunakan jaringan provider sudah dirasakan warga hampir setahun lamanya.

"Jangankan untuk internetan. Mau nelepon biasa saja susah sekali. Sangat sedih lihat hal seperti ini terjadi di kampung sendiri," ucap Indra saat dihubungi via WhatsApp, Kamis (21/5/2020).

Menurutnya, aksi bentang spanduk putih dan pengumpulan tanda tangan dilakukan karena warga sudah letih mengingatkan Pemerintah Daerah akan buruknya akses telekomunikasi di Pulau Jemaja itu.

"Maka dari itu kita sebagai putra Jemaja ingin pemerintah lihat, agar segera menindaklanjuti kesulitan sinyal yang sedang dirasakan saat ini. Jangan ada kesan kami ini seperti anak tiri," sambungnya.

Desakan adanya peningkatan kualitas akses telekomunikasi ini setelah kebijakan belajar dari rumah akibat pandemi Covid-19.

Anak-anak dari rumah, menurutnya sangat bergantung pada akses internet untuk menunjang dalam mengerjakan tugas mereka.

"Saya kasihan sama adik-adik pelajar di sini. Malam-malam belajar harus cari jaringan internet di kantor desa atau SD yang gelap. Karena cuma di sana ada WiFi," katanya.

Belajar dari Rumah di Kabupaten Bintan Kembali Diperpanjang Hingga 13 Juni 2020 Akibat Covid-19

Bandara RHF Tanjungpinang Masih Sepi Akibat Virus Corona, Penumpang Tujuan Jakarta Hanya 19 Orang

Halaman
1234
Penulis: Rahma Tika
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved