TRIBUN WIKI

Sering Disajikan saat Syukuran, Inilah Asal Usul dan Makna Nasi Tumpeng

Tumpeng merupakan singkatan dari kalimat Bahasa Jawa ‘yen metu kudu mempeng’ yang memiliki arti 'ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat'.

Instagram/arfa.food
Ilustrasi nasi tumpeng 

TRIBUNBATAM.id - Saat mengadakan syukuran, biasanya nasi tumpeng selalu dihidangkan sebagai salah satu hidangan wajib.

Nasi tumpeng merupakan satu di antara banyaknya ikon kuliner Nusantara.

Nasi berbentuk kerucut ini disajikan dalam nampan besar dan bulat yang terbuat dari anyaman bambu.

Biasanya, nasi ini akan ditemani dengan beberapa lauk pauk pelengkap seperti ayam, telur, tempe, tahu, urap, dan masih banyak lagi.

Nasi tumpeng identik dengan kebudayaan masyarakat Jawa ketika perayaan suatu peristiwa penting atau kenduri.

Arti kata Tumpeng

Tumpeng merupakan singkatan dari kalimat Bahasa Jawa ‘yen metu kudu mempeng’ yang memiliki arti 'ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat'.

Tak heran jika nasi tumpeng dari dulu hingga saat ini sering dijadikan hidangan dalam suatu perayaan yang memiliki makna ucapan syukur ataupun kebahagiaan.

Sebab, makna tumpeng sendiri adalah baik, yakni ketika terlahir manusia harus menjalani kehidupan di jalan Tuhan dengan semangat, yakin, fokus, dan tidak mudah putus asa.

Umumnya, proses pemotongan ujung kerucut nasi tumpeng diawali dengan mengucapkan rasa syukur.

Halaman
1234
Penulis: Widi Wahyuning Tyas
Editor: Dewi Haryati
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved