TRIBUN WIKI
Sering Disajikan saat Syukuran, Inilah Asal Usul dan Makna Nasi Tumpeng
Tumpeng merupakan singkatan dari kalimat Bahasa Jawa ‘yen metu kudu mempeng’ yang memiliki arti 'ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat'.
TRIBUNBATAM.id - Saat mengadakan syukuran, biasanya nasi tumpeng selalu dihidangkan sebagai salah satu hidangan wajib.
Nasi tumpeng merupakan satu di antara banyaknya ikon kuliner Nusantara.
Nasi berbentuk kerucut ini disajikan dalam nampan besar dan bulat yang terbuat dari anyaman bambu.
Biasanya, nasi ini akan ditemani dengan beberapa lauk pauk pelengkap seperti ayam, telur, tempe, tahu, urap, dan masih banyak lagi.
Nasi tumpeng identik dengan kebudayaan masyarakat Jawa ketika perayaan suatu peristiwa penting atau kenduri.
Arti kata Tumpeng
Tumpeng merupakan singkatan dari kalimat Bahasa Jawa ‘yen metu kudu mempeng’ yang memiliki arti 'ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat'.
Tak heran jika nasi tumpeng dari dulu hingga saat ini sering dijadikan hidangan dalam suatu perayaan yang memiliki makna ucapan syukur ataupun kebahagiaan.
Sebab, makna tumpeng sendiri adalah baik, yakni ketika terlahir manusia harus menjalani kehidupan di jalan Tuhan dengan semangat, yakin, fokus, dan tidak mudah putus asa.
Umumnya, proses pemotongan ujung kerucut nasi tumpeng diawali dengan mengucapkan rasa syukur.
Selanjutnya nasi tumpeng dipotong dan diserahkan untuk orang yang dihormati sebagai wujud penghormatan, barulah setelah itu nasi tumpeng disantap bersama-sama.
Upacara potong tumpeng ini melambangkan rasa syukur kepada Tuhan dan sekaligus ungkapan atau ajaran hidup mengenai kebersamaan dan kerukunan.
Asal Usul
Pada awalnya, nasi tumpeng dibuat untuk memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para arwah leluhur (nenek moyang).
Sebab tumpeng erat kaitannya dengan keadaan alam Indonesia yang banyak dipenuhi gunung berapi.