Breaking News:

Rumah Ibadah Bakal Dibuka, Pengurus Minta Pemkab Karimun Permudah Pembelian Thermo Gun

Sejumlah hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan adalah menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun di rumah ibadah.

Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Elhadif Putra
Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim. Pihaknya meminta pengurus masjid termasuk jemaah untuk menaati protokol kesehatan jika rencana membuka kembali rumah ibadah untuk aktivitas keagamaan secara berjamaah jadi diterapkan. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pemerintah Karimun diminta untuk mempermudah tersedianya Thermo Gun (pengukur suhu tubuh) di apotik atau toko-toko lainnya.

Ini penting agar pengurus rumah ibadah bisa dengan mudah untuk mendapatkannya.

Tidak hanya itu, instansi teknis yakni Kantor Kementerian Agama sebaiknya melakukan pendataan terhadap rumah atau sarana ibadah yang akan melaksanakan ibadah.

Sejumlah poin ini terungkap saat rapat koordinasi antara Pemkab Karimun dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun melaksanakan rapat koordinasi terkait pelaksanaan ibadah di masjid-masjid.

"Seandainya rumah atau sarana ibadah akan dibuka untuk kegiatan salat berjamaah, saya minta agar aturan protokol kesehatan tetap dijalankan dengan ketat sesuai SE Gubernur Kepulauan Riau," tegas Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim dalam arahannya, Kamis (28/5/2020).

Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim menegaskan protokol kesehatan harus diperketat jika rumah atau sarana ibadah kembali dibuka.

Hal tersebut disampaikan Anwar dalam arahannya pada rapat koordinasi terkait pelaksanaan ibadah di sarana ibadah. Ia meminta agar protokol kesehatan tetap dijalankan dengan ketat sesuai Surat Edaran Gubernur Kepri.

Sejumlah hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan adalah menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun di rumah ibadah.

Kemudian melakukan pemeriksaan suhu tubuh jemaah, menggunakan masker bagi pengurus maupun jemaah, membawa sejadah masing-masing dan tidak berjabat tangan dan berpelukan.

Selanjutnya harus menerapkan physical distancing minimal satu lengan antara satu jemaah dengan jemaah lain dan serta bagi jemaah yang tidak menggunakan masker tidak diperkenankan untuk salat di masjid.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved