RUSUH DI AMERIKA
Pengakuan Pria Bertato Peta Indonesia Saat Kerusuhan: Saya Warga Negara Amerika yang Dinaturalisasi
Foto tersebut viral dan menuai kontroversi, pria yang ada dalam foto tersebut memberikan klarifikasi melalui akun Facebook dan Instagram.
TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON- Kematian pria kulit hitam, George Floyd memicu kemarahan warga Amerika Serikat.
Aksi unjuk rasa besar-besaran pun terjadi di Amerika Serikat (AS) akibat kasus tersebut.
Floyd tewas usai dibekuk polisi, lalu lehernya ditindih lutut polisi Derek Chauvin saat ia tiarap dan tidak membawa senjata.
Pria setinggi 2 meter itu sempat merintih tidak bisa bernapas dan semua badannya sakit, tetapi polisi mengacuhkannya.
Floyd diamankan polisi lantaran diduga memakai uang palsu saat membeli rokok di toko kelontong.
• Donald Trump Sembunyi di Bunker Ketika Demo Kasus George Floyd Berujung Rusuh di Gedung Putih
• Donald Trump Perintahkan Pasukan Militer Tertibkan Washington, Ancam Negara Bagian Lain
Dalam foto yang juga dimuat di media The Inquirer itu, pria tersebut memakai topi berwarna putih dan celana pendek hitam. Ia terlihat sedang memegang benda untuk merusak properti.
Namun yang menjadi perhatian warganet bukanlah aksi dari pria tersebut, melainkan tato peta Indonesia yang ada di lengan kanan pria tersebut.
Sejumlah warganet menyebut pria tersebut merupakan orang Indonesia.
Setelah foto tersebut viral dan menuai kontroversi, pria yang ada dalam foto tersebut memberikan klarifikasi melalui akun Facebook dan Instagram.
Nama akun tersebut adalah Rainey Arthur Backues.
• BREAKING NEWS - Syarat Lengkap dan Bayar Rapid Test Rp 600.000, Seorang Penumpang Lion Gagal Terbang
• Tahapan Pilkada Berubah, Bawaslu Anambas Tunggu PKPU Baru dari Pusat: Mungkin 15 Juni Keluar
"Anda mungkin mengenali saya dari beberapa foto yang beredar di media sosial dalam beberapa jam terakhir. Jika Anda mengenal saya secara pribadi, Anda akan tahu bahwa apa yang diwakili di sana sangat berbeda dengan saya," tulis akun tersebut pada Senin (1/6/2020).
Ia mengaku pergi naik sepeda melalui Center City sebelum ikut protes.
Awalnya, ia mengunggah foto tersebut untuk mendokumentasikan bagi orang-orang yang tidak ke luar rumah.
"Ini membantu menjelaskan mengapa saya tidak menutupi identitas saya di foto," tambahnya.
Kemudian, ia mulai merasakan kemarahan atas kematian George Floyd.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pria-bertato-kepulauan-indonesia-ikut-bikin-rusuh.jpg)