Eks PM Malaysia Mahathir Ungkap Jebakan Utang dari China, Sebut Strategi Bangun Pangkalan Militer

China menjadi negara kaya raya karena pembangunan ekonominya yang sangat pesat.

alwaght.com
Parade kekuatan militer China. 

TRIBUNBATAM.id, MALAYSIA- China menjadi negara kaya raya karena pembangunan ekonominya yang sangat pesat.

Kelebihan uang dan sumber daya membuat China sanggup berinvestasi di manapun.

Di sisi lain, jumlah penduduk yang luar biasa banyak.

Sehingga menjadikan negara itu harus berpikir keras membuat rakyatanya sejahtera

Salah satu contohnya adalah negara Malaysia yang baru saja melewati fase pergantian kepemimpinan.

China Ungkap Penelitian Terbaru, Obat Tekanan Darah Tinggi Bisa Lindungi dari Covid-19?

Prediksi Susunan Pemain Dortmund vs Hertha Berlin Pekan 30 Bundesliga, Erling Haaland Absen

Diketahui banyak pekerja China yang datang ke negeri Malayasia.

Negeri Jiran ini juga diketahui memiliki utang besar kepada China.

Mahathir bin Mohamad yang mundur sebagai PM Malaysia pada Februari lalu, pernah memberikan peringatan keras bagi negara manapun yang berhutang ke China.

Bagi Mahathir, utang dari China adalah jebakan.

Saat Mahathir masih menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia , dia berujar jika tak bisa melunasinya maka negara pengutang akan berada di bawah kontrol China.

Waktu itu Malaysia di bawah kontrol China karena pemerintahan Najib Razak mengambil pinjaman ke Negeri Tirai Bambu namun tak bisa dilunasi malah dikorupsi.

Widi Mulia Akhirnya Muncul, Minta Doa Kesembuhan Bagi Dwi Sasono, Ridwan Kamil & Rossa Beri Dukungan

Hal ini membuat Mahathir harus pergi jauh-jauh ke Jepang untuk berhutang.

Gali lubang tutup lubang, utangan dari Jepang itu untuk melunasi utang Malaysia ke China.

Mahathir melontarkan peringatan ini lantaran Filipina ia sebut sedang mendapat gelontoran dana dari Investor asal China, dilansir Kontan 19 Maret 2019 lalu. 

Mahathir memperingatkan agar Filipina berhati-hati mengenai potensi jebakan yang bisa menimpa mereka jika tak bisa melunasi pinjaman layaknya Malaysia.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved