Rabu, 27 Mei 2026

VIRUS CORONA DI BATAM

UPDATE Kasus Corona di Batam, Saat Ini 177 PDP Covid-19 Dirawat di 12 Rumah Sakit

Berdasarkan data yang dirilis terkait perkembangan Covid-19 , Jumat (5/6/2020), jumlah kumulatif ODP di Batam saat ini mencapai 4.450 orang.

Tayang:
FREEPIK.COM
Ilustrasi covid-19. Saat ini ada 177 PDP Covid-19 di Batam yang sedang menjalani perawatan di 12 rumah sakit. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim Gugus Covid-19 di Batam merilis hasil penelusuran epidemiologi Covid-19 yang dilakukan di Kota Batam hingga saat ini.

Berdasarkan data yang dirilis terkait perkembangan Covid-19 , Jumat (5/6/2020), jumlah kumulatif ODP di Batam saat ini mencapai 4.450 orang.

Selanjutnya, jumlah PDP ada 531 orang, dengan total kasus positif Covid-19 ada 157 orang.

Dari jumlah kumulatif ODP tersebut, 2603 orang di antaranya telah selesai diobservasi, sedangkan 1847 lainnya masih dalam proses observasi.

Sementara itu, PDP yang telah menjalani perawatan di rumah sakit mencapai 521 orang dari total jumlah tersebut.

Sedangkan 7 lainnya tercatat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Apakah Hari Ini, Sabtu (6/6) Wilayah Batam Bintan Bakal Mati Lampu Lagi? Simak Penjelasan Bright PLN

WASPADA! Ada Pohon Tumbang di Jalan Duyung Jodoh Batam, Sabtu (6/6) 

Sebanyak 349 PDP telah selesai menjalani perawatan dengan jumlah 271 orang telah sembuh, sementara 78 lainnya meninggal dunia.

Saat ini, ada 177 PDP yang masih dalam perawatan di 12 rumah sakit.

Berikut ini data sebaran berdasarkan rumah sakit yang merawatnya:

  • RSUD EF merawat 17 pasien
  • RSBP Batam merawat 20 pasien
  • RS Awal Bros merawat 10 pasien
  • RS Elisabeth merawat 49 pasien
  • RS Keluarga Husada merawat 3 pasien
  • RS Camatha Sahidya merawat 9 pasien
  • RS Bhayangkara merawat 5 pasien
  • RS Harapan Bunda merawat 6 pasien
  • RS Galang merawat 43 pasien
  • RS Graha Hermin merawat 1 pasien
  • RS Budi Kemuliaan merawat 7 pasien
  • RS Soedarsono merawat 7 pasien

Hingga saat ini, tercatat 157 pasien terkonfirmasi positif Covid-19, dengan total pasien sembuh sebanyak 59 orang, dan meninggal dunia 12 orang. 

Daftar Riwayat Penyakit 3 Pasien Baru

Jumat (5/6/2020), Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam merilis adanya 3 pasien positif covid-19 baru yang masuk dalam klaster HOG Eden Park.

Menurut Tim Gugus Covid-19, ketiganya tinggal di pulau (hinterland) di Kota Batam, Provinsi Kepri.

"Jumlah orang yang terpapar dari pengembangan kasus cluster tersebut sebanyak 3 orang. Terdiri dari 2 orang perempuan dan 1 orang laki-laki warga Kota Batam terkonfirmasi Positif," sebut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi dalam keterangan yang diterima TRIBUNBATAM.id, Jumat (5/6/2020).

 Kontak dengan Pasien Kasus 154, Puluhan Karyawan PT Cammo Industri Ikuti Rapid Test Covid-19

Berikut rincian dan riwayat 3 pasien positif corona sesuai rilis Tim Gugus Tugas Covid-19 Batam:

1. Pasien Kasus 155

Seorang Laki-laki berinisial S alias M berusia 40 Tahun. Ia ditetapkan sebagai pasien positif Covid-19 Nomor 155 Kota Batam.

Sehubungan dengan pengembangan Penyelidikan Epidemiologi (PE) lebih lanjut terhadap klaster HOG Eden Park 49 & 82 yang mana orangtua kandungnya dinyatakan terkonfirmasi positif nomor 129 dan 130 (Tn.T & Ny.MT).

Maka pasien pada 29 Mei 2020 bersama anak dan keluarganya yang lain melakukan pemeriksaan RDT dengan hasil Non Reaktif.

Namun demikian mengingat yang bersangkutan adalah closes contact primer dan serumah dengan orangtuanya tersebut.

 

Kemudian pada 1 Juni 2020 dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi Positif.

Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan. Saat ini dalam proses persiapan perawatan karantina guna penanganan kesehatannya di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam.

2. Pasien Kasus 156

Seorang Perempuan berinisial YF berusia 36 Tahun. Ibu Rumah Tangga (IRT) ini ditetapkan sebagai pasien positif Covid-19 Nomor 156 Kota Batam.

Sehubungan dengan pengembangan Penyelidikan Epidemiologi (PE) lebih lanjut terhadap klaster HOG Eden Park 49 & 82” yang mana orangtuanya dinyatakan terkonfirmasi positif nomor 129 dan 130 (Tn.T & Ny.MT).

Maka pasien pada 29 Mei 2020 bersama keluarganya yang lain melakukan pemeriksaan RDT dengan hasil Non Reaktif.

Namun demikian mengingat yang bersangkutan adalah closes contact primer dan serumah dengan orang tuanya tersebut kemudian pada 1 Juni 2020 dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi Positif.

Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil, tidak merasakan adanya gangguan kesehatan.

Saat ini dalam proses persiapan perawatan karantina guna penanganan kesehatannya di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam.

3. Pasien Kasus 157

Seorang remaja perempuan berinisial TG usia 11 tahun, Pelajar ini ditetapkan sebagai pasien positif Covid-19 Nomor 157 Kota Batam.

Pasien adalah anak kandung dari terkonfirmasi positif Covid-19 nomor 155 Kota Batam.

Sehubungan dengan pengembangan Penyelidikan Epidemiologi (PE) lebih lanjut terhadap “Cluster HOG Eden Park 49 & 82” setelah kakek dan neneknyanya dinyatakan terkonfirmasi positif 129 dan 130 (Tn.Y & Ny.MT), maka pasien pada 29 Mei 2020 bersama orang tuanya melakukan pemeriksaan RDT dengan hasil Non Reaktif.

Namun demikian mengingat yang bersangkutan closes contact primer dan serumah dengan kakek dan neneknya tersebut kemudian pada 1 Juni 2020 dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi Positif.

Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti.

Saat ini dalam proses persiapan perawatan karantina guna penanganan kesehatannya di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam.

"Terhadap seluruh klaster terkonfirmasi Positif Covid-19 diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster-cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import," ujar Muhammad Rudi.

Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan himbauan dari pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus virus Corona ini.

Jenazah Warga Malaysia Dikremasi

Sementara itu, Warga Malaysia positif Covid-19 di Batam tidak dimakamkan melainkan dikremasi.

Warga Malaysia itu adalah pasien Covid-19 nomor 154.

"Rencana dikremasi nanti sore jam 15.00 WIB di Nongsa," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (5/6/2020)

Warga asing itu meninggal  dunia pada Minggu (31/5/2020).

Sejauh ini pasien tersebut ditempatkan di freezer kamar jenazah RS Bhayangkara Polda Kepri.

Didi mengaku selama disimpan di freezer, virus tersebut tidak berkembangbiak.

Sebelumnya diberitakan Pasien 154, merupakan seorang laki-laki berinisial "Tn.CCG" berusia 43 tahun.

Yang bersangkutan adalah seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) berkewarganegaraan Malaysia dan bekerja di Cammo Industrial Park, Batam Center.

 Meski Menuai Protes, Wawako Sebut Rencana Penerapan New Normal di Batam Tetap Berjalan

Perlu diketahui, yang bersangkutan telah meninggal dunia pada hari Minggu 31 Mei 2020, sekitar pukul 07:15 wib pagi, setelah melakukan video call dengan sang istri di Singapura.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Puskesmas Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota segera mengevakuasi yang bersangkutan di RS Bhayangkara Batam.

Menurut keterangan rekannya, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung dan hipertensi, serta memperoleh hasil tes swab terkonfirmasi positif Covid-19 setelah sampelnya diambil oleh dokter RS Bhayangkara.

Saat ini, jenazah yang bersangkutan masih ditempatkan di kamar jenazah RS Bhayangkara Batam dan masih menunggu konfirmasi pihak keluarga dan Kedutaan negara yang bersangkutan.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa masih mungkin terjadinya pertumbuhan kasus yang berkaitan dengan kluster atau munculnya kasus baru Covid-19.

Hal ini disebabkan karena masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan dan imbauan pemerintah terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Selalu diingatkan dan diimbau bagi masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah dengan menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, tetap di rumah, menggunakan masker, berolahraga dan makan makanan seimbang," tutup Ketua Gugus Tugas Covid-19, Muhammad Rudi.

Rapid Test

Karyawan sebuah perusahaan di Cammo Industrial Batam menjalani rapid test Covid-19
Karyawan sebuah perusahaan di Cammo Industrial Batam menjalani rapid test Covid-19 (TRIBUNBATAM/ROMA)

Hari ini, Jumat (5/6/2020) tim Gugus Tugas Kecamatan melakukan rapid test kepada orang-orang yang pernah kontak dengan pasien Positif Covid-19 Nomor 154 di Kota Batam. Tak hanya TKA saja, melainkan karyawan lainnya diperusahaan tersebut termasuk bagian office.

"Belum tau berapa yang di rapid. Kita bawa rapid test nya 75. Ini yang datang baru 48 orang. Campur. Bagian officenya saja yang kemungkinan Kontak dengan yang bersangkutan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (5/6/2020).

Ia melanjutkan test ini tidak dilakukan diperusahaan. Melainkan di Hotel Best Western Panbil.

Sebelumnya diberitakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam menyatakan seorang tenaga kerja asing yang meninggal pada Minggu (31/5/2020) lalu dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil uji usap yang hasilnya diketahui Kamis.

"Seorang lelaki usia 43 tahun TKA perusahaan di kawasan Industri Cammo Batam Centre merupakan kasus baru Covid-19 nomor 154 Kota Batam," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam Muhammad Rudi, Kamis (4/6/2020).

Pasien merupakan warga negara Malaysia. Rudi menyatakan pasien itu meninggal dunia di rumahnya pada Minggu (31/5/2020), sekitar pukul 07.15 WIB usai telepon video dengan istrinya di Singapura.

Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Puskesmas Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota yang mendapat laporan itu, kemudian mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara dan dilakukan tes usap.

"Menurut keterangan dari rekannya, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung dan hipertensi," tuturnya.

Saat ini, jenazah masih ditempatkan di kamar jenazah RS Bhayangkara Batam menunggu konfirmasi pihak keluarga dan kedutaan negara yang bersangkutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyatakan pihaknya telah melakukan uji swab terhadap tujuh orang yang tinggal serumah dengan pasien meninggal tersebut dan masih menunggu hasilnya.

"Besok bergerak ke PT-nya," kata dia.

Data hingga Kamis, tercatat 154 warga positif COVID-19 di Batam, 48 di antaranya sembuh, 12 meninggal, dan lainnya masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan pemerintah dan swasta di daerah itu. (Tribunbatam.id/Hening Sekar Utami/Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved