BATAM TERKINI
WASPADA! Ada Pohon Tumbang di Jalan Duyung Jodoh Batam, Sabtu (6/6)
Pengendara diminta hati-hati karena ada pohon besar yang tumbang dan menutup badan jalan tidak jauh dari pasar induk jodoh, Sabtu (6/6/2020) dini hari
Penulis: Beres Lumbantobing |
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pengendara kendaraan bermotor diimbau untuk berhati-hati saat melintasi jalan Duyung Jodoh, Batam.
Pasalnya, ada pohon besar yang tumbang dan menutup badan jalan tidak jauh dari pasar induk jodoh, Sabtu (6/6/2020) dini hari.
Pohon besar itu tampak membentang menutup akses lalu lintas, sehingga pengendara harus melintas bergantian.
Sebelumnya diberitakan, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai potensi petir terjadi di Kota Batam sejak beberapa hari terakhir.
Kasi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Suratman mengatakan, hal itu disebabkan karena puncak musim penghujan pada bulan Juni 2020.
• Kenalan Lewat Facebook, Remaja di Batam Ini Dibawa Kabur Seorang Pemuda Selama 3 Hari
• DAFTAR Riwayat Penyakit 3 Pasien Baru Positif Covid-19 Batam, Satu Keluarga dan Tinggal di Pulau
Menurut dia, masyarakat tidak perlu takut petir. Hanya saja, diminta untuk tetap waspada.
Pasalnya, bisa berpotensi merusak pada alat elektronik.
Sementara itu, arah angin dari Tenggara menuju ke Barat Laut.
Seperti diketahui, padamnya listrik di sejumlah wilayah di Kota Batam diketahui berasal dari ruas transmisi listrik yang mengalami gangguan akibat tersambar petir.
"Sebenarnya Mei kemarin puncaknya. Tapi ini sisa-sisa. Meski begitu, cukup lebat ya. Demikian prediksi berdasarkan alat dan ukur yang dimiliki oleh BMKG Hang Nadim," kata Suratman, Jumat (5/6) siang.
Meski berpotensi hujan lebat diserta petir, Suratman mengatakan kondisi cuaca tersebut masih aman untuk transportasi darat, laut bahkan udara.
"Tapi masih aman untuk transportasi darat, laut, dan udara. Jarak pandang juga di atas 10 Kilometer. Ini masih sangat bagus sekali. Kecepatan angin 5-20 km per jam," kata dia.
Sementara untuk prakiraan cuaca esok hari, Sabtu, 06 Juni 2020, adanya shearline (belokan angin) di sekitar wilayah Kepulauan Riau menyebabkan penumpukan massa udara sehingga potensi pembentukan awan-awan hujan cenderung meningkat.
Secara umum kondisi cuaca esok hari diprakirakan berawan. Dan berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan, hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
"Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Yang dapat disertai petir dan angin kencang serta gelombang laut yang cukup tinggi di wilayah Bintan/Tanjung Pinang, Natuna, dan Anambas," tambah Suratman.
• Perusahaan Buka Rekaman CCTv, Penyebab Tewasnya Musalim Korban Kecelakaan Kerja Akhirnya Terungkap
• Mengenal Pneumotoraks, Gangguan Organ Paru Akibat Kolaps, Perokok Berisiko Mengalaminya
Ungkap Penyebab Gangguan Listrik
Direktur Operasi bright PLN Batam, Awaluddin Hafid mengatakan, pemadaman terjadi dikarenakan adanya gangguan terhadap sistem kelistrikan di Kota Batam.
Tak hanya di Batam saja, Kabupaten Bintan pun menurutnya mengalami hal serupa.
“Ada sambaran petir cukup kuat kemarin pada salah satu ruas transmisi 150 kV sejak pukul 19.25 WIB. Jadinya agak terganggu. Namun semua pembangkit dalam kondisi aman,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima TribunBatam.id.
Pihaknya telah berupaya memulihkan ruas transmisi yang mengalami gangguan itu sejak kemarin dengan mengoperasikan PLTD Sekupang.
Menurutnya, PLTD sendiri memang dipersiapkan sebagai pembangkit ‘Blackstart’ (start awal) di sistem kelistrikan di Kota Batam dan Kabupaten Bintan.
“Untuk pemulihan sistem kelistrikan tidak dapat instan, karena membutuhkan tahapan. Di antaranya persiapan operasional pembangkit dan berbagai parameter sistem kelistrikan harus dijaga agar tetap seimbang dalam kondisi yang belum stabil,” tambahnya.
Bahkan kemarin, Kamis (4/6/2020), sejak pukul 22.18 WIB, salah satu pembangkit gas yaitu PLTG ELB Unit 2 dipastikan dapat bergabung dengan sistem kelistrikan yang ada.
Hal ini kemudian diikuti oleh pembangkit-pembangkit lainnya.
Oleh sebab itu, sejak pukul 22.18 WIB, listrik yang sebelumnya padam dapat kembali menyala secara bertahap.
Sampai saat ini, pihaknya masih memberlakukan pemadaman secara bergilir.
Ini dikarenakan beberapa pembangkit masih dalam proses persiapan seperti PLTU Tanjung Kasam Unit 1 dan 2 yang diprediksi akan masuk dalam sistem pada siang dan sore hari ini.
Diharapkan, dengan masuknya 2 Unit PLTU Tanjung Kasam itu, sistem kelistrikan di Kota Batam dan Kabupaten Bintan dapat kembali normal.
• Diduga Sering Pamer Harta Di Media Sosial, Selebgram Ini Jadi Target Perampokan
“Oleh karena itu diharapkan partisipasi pelanggan untuk membantu melakukan pengendalian pemakaian listrik dengan memadamkan peralatan listrik yang tidak diperlukan,” katanya lagi.
Pihaknya meminta maaf kepada warga Batam dan Bintan. PLN juga berjanji untuk tetap berupaya menjaga kontinuitas pasokan listrik ke Kota Batam dan Kabupaten Bintan serta selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik.
Pasokan Listrik Masih Belum Normal
Kondisi pasokan listrik di Batam belum normal sejak padam Kamis (4/6/2020) malam.
Beberapa daerah mengalami pemadaman listrik mulai Jumat pagi.
Pemadaman listrik di Batam terjadi karena salah satu ruas jaringan transmisi PLN Batam tersambar petir.
Insiden ini membuat gangguan sistem kelistrikan di Batam yang menyebabkan blackout atau mati total Kamis (4/6/2020) malam.
Sebenarnya pasokan listrik mulai nyala sekitar pukul 01.00 WIB.
• Lulus 100 Persen, Pelajar Tingkat SMP di Karimun Dilarang Konvoi dan Kumpul-kumpul
Namun pada pagi harinya beberapa wilayah kembali padam.
Beberapa wilayah yang mati listrik yakni Bengkong, sebagian Batam Kota, Tiban, dan beberapa wilayah lainnya.
Direktur Utama Bright PLN Batam, Awaluddin Hafid pun menyampaikan permohonan maaf terhadap warga.
Dalam rilis yang diterima Tribun Batam, Hafid menyebutkan, pada pukul 19.25 WIB tadi, telah terjadi gangguan sistem kelistrikan akibat adanya Sambaran petir di salah satu ruas jaringan transmisi 150 kV.
"Saat ini, kami tengah berusaha menormalkan kembali sistem kelistrikan itu. Dimulai dengan mengoperasikan pembangkit di Sekupang," jelasnya dalam rilis.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," katanya.
• Bidan Desa Ditampar Istri Oknum Brimob, Dilakukan Depan Anak Korban, Diduga Karena Masalah Asmara
• Petani Karet Nayaris Dimangsa Harimau, Korban Selamat Setelah Manjat Pohon dan Berteriak
Pada pemadaman Kamis malam, juga terjadi di Bintan dan sebagian wilayah Tanjungpinang.
Pasalnya terjadi interkoneksi pasokan listrik dari Batam ke Bintan.
Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Tanjungpinang menginformasikan kalau pemadaman listrik di wilayah Tanjungpinang, Bintan hingga Batam.
Humas UP3 PLN Tanjungpinang, Sabur Januardi mengatakan, dugaan sementara listrik padam total akibat sambaran petir.
"Gangguan transmisi 150 Kv kelistrikan Batam—Bintan (Blackout) dengan dugaan sementara akibat petir," sebutnya dalam balasan pesan WhatsApp TRIBUNBATAM.id, Kamis (4/6/2020) malam.
Kondisi ini mengakibatkan Kota Batam dan Kabupaten Bintan mengalami blackout listrik.(TribunBatam.id/Beres Lumbantobing/Leo Halawa/Ichwannurfadillah/Argianto Nugroho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/06062020pohon-tumbang.jpg)