Haji 2021 Hanya Setengah Kuota Seandainya Vaksin Corona Belum Ditemukan, Prioritaskan Jemaah Lansia

Seandainya vaksin virus Corona belum ada, maka Pemerintah kemungkinan akan memberangkatkan 50 persen kuota jemaah pada tahun 2021

AFP
Suasana pelataran Masjidil Haram Mekah, Maret 2020 

TRIBUNBATAM.id, MEKKAH- Ibadah haji 2020 dibatalkan Pemerintah.

Melalui Kementerian Agama, pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji dari Indonesia tahun ini.

Hal itu lantaran kondisi pandemi virus corona yang masih terjadi di hampir seluruh negara.

Para jemaah yang harusnya berangkat tahun ini rencananya akan diberangkatkan pada musim haji tahun 2021.

Namun begitu, masih ada kemungkinan ibadah haji 2021 pun tidak langsung berjalan normal.

Ibadah haji 2021 mungkin tidak akan memberangkatkan semua jemaah yang ada.

8 Tahun Menabung, Yandri Yanto Gagal Berangkat Haji Karena Corona, Semoga Diberi Umur Panjang

PNS Ini Kumpulkan Uang Selama 8 Tahun Demi Berangkat Haji, Sayangnya Tertunda Karena Covid-19

Hal itu akan terjadi seandainya vaksin virus Corona belum juga ditemukan.

Seandainya vaksin virus Corona belum ada, maka Pemerintah kemungkinan akan memberangkatkan 50 persen kuota jemaah pada tahun 2021.

 

"Ada pertimbangan, ada skema itu. Tim kritis juga mendalami tentang ini," kata Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dalam sebuah wawancara, Minggu (7/6/2020).

Opsi memberangkatkan setengah kuota itu sebenarnya sempat menjadi skema pertimbangan Kemenag dalam pelaksanaan Haji 2020.

Ilustrasi vaksin virus corona. Australia sudah ujicoba vaksin virus Corona pada manusia dan diharapkan tersedia untuk tahun ini.
Ilustrasi vaksin virus corona. Australia sudah ujicoba vaksin virus Corona pada manusia dan diharapkan tersedia untuk tahun ini. (Fresh Daily)

Selain memberangkatkan 50 persen kuota jemaah, pilihannya lainnya adalah memberangkatkan dengan kuota
penuh, atau peniadaan keberangkatan.

Jemaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Masjid Al-Ukhuwwah kelompok terbang (kloter) pertama Kota Bandung atau kloter keenam Jawa Barat tiba di Kota Bandung, di Masjid Al-Ukhuwwah, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Senin (19/8/2019). Masa operasional kepulangan jemaah haji ke tanah air dilaksanakan selama 29 hari, dimulai pada 17 Agustus sampai dengan 14 September 2019. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Jemaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Masjid Al-Ukhuwwah kelompok terbang (kloter) pertama Kota Bandung atau kloter keenam Jawa Barat tiba di Kota Bandung, di Masjid Al-Ukhuwwah, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Senin (19/8/2019). Masa operasional kepulangan jemaah haji ke tanah air dilaksanakan selama 29 hari, dimulai pada 17 Agustus sampai dengan 14 September 2019. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

"Pada akhirnya opsi terakhir yang kami pilih untuk tahun ini," ujar Fachrul.

Tiga Pedagang Positif Covid-19, Pemkot Semarang Tutup Pasar Karangayu Selama 3 Hari

Ada Jennie BLACKPINK, Dokter Operasi Plastik Korea Ungkap Nama Artis yang Banyak Diminati Pasien

Fachrul menuturkan, membatasi jumlah jemaah yang akan diberangkatkan tentu dengan mempertimbangkan prioritas dari 221 ribu kuota haji yang tersedia untuk Indonesia.

Nantinya, kemungkinan, jemaah yang sudah lanjut usia (lansia) serta masa tunggu haji yang cukup lama diprioritaskan.

Kendati demikian, memberangkatkan lansia juga memiliki risiko.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved