Minggu, 10 Mei 2026

Minum Milk Tea 2 Kali Sehari Selama Satu Bulan, Gadis 18 Tahun Pingsan dan Koma

Ibunya mengatakan, sebagai penggemar teh susu, Tian Tian telah minum dua cangkir teh susu per hari dalam sebulan terakhir

Tayang:
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
CHINA SINA
Seorang gadis 18 tahun yang hanya dikenal dengan nama Tian Tian koma setelah mengonsumsi Milk Tea dua gelas setiap hari selama satu bulan 

TRIBUNBATAM.id, SHANGHAI -  Minuman kekinian campuran teh dengan susu sudah menjadi kegemaran baru di kalangan anak muda.

Milk Tea, adalah minuman yang tengah populer di kalangan remaja di Asia saat ini.

Sejauh ini tidak ada masalah terkait minuman ini.

UPDATE Data Corona Sumbar Senin (8/6) Sore, New Normal Hari Pertama di Sumbar Tak Ada Kasus Baru

Mulai Ancam Korsel Soal Selebaran, Adik Kim Jong Un, Kim Yo-jong Jadi Orang Nomor 2 Korea Utara?

UPDATE Data Corona Indonesia Senin (8/6) Sore, Tambah 847, Total 32.033, Meninggal 1.883

Langkah-langkah pembatasan, pecinta teh susu ini pasti tahu berapa dosis untuk meminu minuman favorit mereka ini.

Tidak minum berlebihan jelas langkah aman bagi penggemarnya.

Kalau tidak kejadian buruk menimpa seorang remaja di di Shanghai China ini bisa terjadi.

Wanita berusia 18 tahun sangat menggemari milk tea.

Namun, cara ia menyukai minuman ini salah, karena dia mengonsumsiminuman manis dua cangkir setiap harinya.

Setiap hari ia dua kali memesan minuman ini untuk dikonsumsi.

Wanita yang hanya dikenal dengan nama Tian Tian ini rutin melakukannya dalam satu bulan terakhir.

Akibatnya, wanita 18 tahun ini tiba-tiba jatuh dan koma.

Seperti dikutip dari media online Singapura mothership.sg, melansir China Sina, Tian Tian mengalami koma selama 5 hari.

Disebut, Tian Tian yang sangat menyukai teh susu, tapi tidak menyukai kegiatan rolahraga.

Dalam sebulan terakhir, wanita dengan 125 kg itu memesan minuman manis seperti teh susu dan coca cola senilai lebih dari 100 yuan (S $ 20) setiap hari.

Ibunya mengatakan, sebagai penggemar teh susu, Tian Tian telah minum dua cangkir teh susu per hari dalam sebulan terakhir.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Tian Tian koma, setelah kadar gula darahnya 25 kali lebih tinggi dari orang biasa

Pada malam hari tanggal 2 Mei, Tian Tian ditemukan tidak sadarkan diri, hingga kemudian dilarikan Rumah Sakit Ruijin di Jiading, Shanghai dengan ambulans.

Setelah Gajah, Giliran Sapi Jadi Korban, Mulut Sapi Ini Hancur Setelah Makan Gandum Berisi Petasan

Rakyat Singapura Harus Kuat Hadapi Krisis Ekonomi Karena Covid-19, PM: Negara Ini Lahir Saat Krisis

Setelah melihat tingkat tekanan darah Tian Tian, ​​staf medis darurat curiga dia koma karena gula darah tinggi, dan segera mengirimnya ke ruang Unit Perawatan Intensif Darurat (EICU).

Setelah tes darah dilakukan, staf medis menemukan kadar gula darah Tian Tian sekitar 25 kali lebih tinggi daripada orang biasa, menurut Xin Hua Net.

Juga dilaporkan bahwa Tian Tian mengalami gejala seperti mulut kering, mual, dan bahkan poliuria (keinginan untuk sering buang air kecil) lebih dari seminggu sebelum komanya.

Laporan berikutnya mengungkapkan Tian Tian menderita berbagai komplikasi seperti gula darah tinggi, syok serta kerusakan ginjal, dan hidupnya tergantung pada seutas benang.

Atas instruksi yang diberikan oleh Direktur Lu Yiming dari Departemen Darurat, tim EICU melakukan serangkaian tindakan penyelamatan seperti intubasi trakea, ventilasi mekanis, resusitasi cairan, dan hemodialisis samping tempat tidur.

Tian Tian sadar kembali setelah lima hari, dan ia kemudian berjanji untuk tidak minum teh susu lagi.

Setelah lima hari koma, Tian Tian perlahan-lahan sadar dan tidak perlu bergantung pada ventilator.

Baik kadar glukosa darahnya dan indikator tes darah secara bertahap kembali normal, dan dia bahkan kehilangan 35kg setelah menjalani perawatan ini.

Pada 1 Juni, Tian Tian dipindahkan ke Rumah Sakit Nanxiang untuk perawatan lebih lanjut.

Dia juga berjanji kepada tim EICU di rumah sakit Ruijin bahwa dia tidak akan pernah minum teh susu lagi.

Hebat, Selandia Baru Laporkan Pasien Terakhir Covid-19 Sudah Dipulangkan, Tak Ada Lagi Kasus Corona

Terjebak di Singapura Saat Krisis Covid-19: Saya Tahu Ramadhan Sudah Lewat, Tapi Saya Terpaksa Puasa

Menurut Direktur Lu, tim EICU sebelumnya telah merawat tiga kasus pasien sakit kritis dengan kadar gula darah yang sangat tinggi seperti Tian Tian.

Pasien-pasien ini kelebihan berat badan, tidak mengontrol asupan gula mereka dan tidak tahu bahwa mereka menderita diabetes.

Jika mereka tidak segera dirawat, mereka bisa meninggal dunia.

Sehubungan dengan hal ini, Lu menyarankan anak muda, terutama mereka yang kelebihan berat badan, untuk menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat.

Dia menambahkan bahwa mereka harus minum lebih sedikit minuman manis, berolahraga lebih teratur dan menjalani pemeriksaan fisik secara teratur untuk menilai risiko mereka terkena diabetes. (*)

sumber:  mothership.sg
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved