Viral Video Keluarga Pasien Ngamuk, Sakit Tumor Divonis Covid-19, Keberadaannya pun Misterius

Keluarga pasien ngamuk karena tak tahu dimana keberadaan keluarga yang dirawat apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia.

ISTIMEWA
Tangkapan Layar Video Keluarga pasien marah-marah karena tak tahu dimana keberadaan keluarga yang di rawat apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia. 

TRIBUNBATAM.id - Media sosial dihebohkan video yang memperlihatkan detik-detik keluarga pasien ngamuk kepada petugas medis di rumah sakit.

Menurut informasinya, keluarga pasien ngamuk karena tak tahu dimana keberadaan keluarga yang dirawat apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia. 

Video ini diunggah akun Facebook IG TV.

Video itu diupload pada 6 Juni 2020 dan sudah ditonton lebih dari satu juta kali dan mendapatkan ribuan

komentar dari warganet.

Dalam keterangan video disebutkan kejadian di salah satu rumah sakit di Medan, Sumatera Utara.

Pasien disebut-sebut terkena penyakit tumor otak.

Namun malah di vonis kena Covid-19.

Berikut isi percakapan dalam video tersebut.

"Mamaknya lho meninggal. Kalian kubur di mana, kami enggak tahu dimana bangkainya.

Entah sudah habisnya semua.

Kalau itu di posisi ibu bagaimana," kata salah seorang pria dalam video tersebut.

"Hati nurani yang bicara ibu, kami tidak mau ogah-ogah kemari.

Kami bukan mau apa segala macam.

Tapi kalau orang rumah sakit melaksanakan seperti ini, kami juga siap," sambungnya.

Menyambung perkataan rekannya, seorang pria lainnya mengatakan;

"Apa rumah sakit bertanggung jawab melakukan itu?'

"Kalian kubur keluarga orang enggak tahu.

Cemana kalau kamu kayak gitu.

Terima enggak.

Jangan main-main kalian.

Enggak bisa dijawab.

Tolong buk panggil penanggung jawab besok akan kami autopsi," ucap pria itu kepada wanita yang mengenakan masker hijau.

"Jangan-jangan sudah enggak ada lagi semua organnya itu.

Sudah dijual atau segala macam kita enggak tahu lho.

Masa karena sekarang Covid di bayar pemerintah lho.

Jangan sampai ini masuk di publikasi.

Kami masukan semua media koran akan kami naikkan, gawat kalian" katanya.

Namun, wanita yang sedari tadi seorang diri menghadapi beberapa orang keluarga pasien tetap tenang dan emosinya sama sekali tidak terpancing.

"Padahal begitu baik bapak ini tentara bapak ini. Kalian main-mainkan.

Tentara nasional ini lho, hargailah.

Masa lebih kalian takuti kami-kami ini yang bukan tentara.

Tentara bapak ini lho hargailah.

Karena dia tidak tahu orang tuanya dimana, apakah sudah mati atau tidak.

Apakah sudah di kubur atau tidak.

Enggak tahu bapak ini" ujar pria dalam video menceritakan.

Pria yang disebut sebagai tentara yang ingin mengambil jenazah ibunya.

Kemudian menyebutkan penyakit apa yang di derita oleh ibunya.

"Ibu sakit tumor dan bukan Covid. Yang kalian kubur yang Covid.

Yang penyakit tumor itu mana, kami cari itu, tolong diberikan," sebutnya.

Pria yang sedari tadi ikut berkata kemudian menyarankan agar wanita itu memanggil bosnya.

Hal itu untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

"Kan saya sudah bilang pak. Ini hari Jumat enggak ada orang," ucap wanita memakai baju biru.

Disebutkan pria berbaju merah, apabila ini terus-menerus diperpanjang hingga hari Senin maka tidak akan terbayang apa yang terjadi.

"Tolonglah ibu pihak Humas atau manager yang bisa memberikan keterangan," kata pria yang mengaku tentara anak dari pasien.

"Tidak bisa pak, jam kerjanya sudah habis," ucap wanita itu memberikan informasi bahwa sudah tidak ada yang bisa dimintai keterangan perihal kasus ini.

Sang anak kemudian kesal dan memberitahukan bahwa dirinya tidak ada jam kerja.

"Kalau untuk pertanggungjawaban tidak ada jam," katanya.

"Buk ini mayat lho bukan kucing.

Acemana kalian.

Kok enggak ada sedikitpun hatinya.

Kalau ibu kayak gitu kayaknya.

Orang tua ibu enggak ada nampak mayatnya gimana.

Pakai dong logika," sebut pria yang mulai kesal melihat jawaban datar si wanita.

Pria itu kemudian menyarankan si anak untuk segera melaporkan kasus yang terjadi kepada polisi.

"Entah sudah dijual orang ini semua ginjalnya atau apa segala macam.

Kita tidak tahu. Mana yang sakit itu," sebut pria baju merah.

Lebih lanjut, pria yang berada di belakang anak pasien kemudian menyarankan agar langsung saja memberitahukan di mana posisi mayat dari ibu tersebut.

"Jawab lho ibu. Ibu punya telinga.

Pasien atas nama Boru Simanjuntak di mana kalian taruh.

Supaya di dengar semua pasien di sini di mana kalian taruh.

Kalian kubur kenapa enggak kalian sampaikan," tuturnya.

"Anak kandungnya tentara nasional masih kooperatif lho.

Tega kalian menguburkan mamaknya tidak kalian kasih tahu sama mereka.

Sudah gawat itu.

Mungkin yang mendengarkan ini kalau sebagai manusia melihatnya sedih.

Ini diam-diam saja kayak orang pekak," sambungnya.

Seorang Sekuriti yang sedari awal sudah berada di lokasi tak banyak berbicara.

Dia hanya diam menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi.

"Kalian giliran pasien enggak bisa bayar ribut.

Giliran pasien hilang enggak bertanggung jawab.

Kalau pasien salah di ributkan.

Saya tahu pemerintah membayar mayat pasien status Covid.

Bikin naik emosi saja kau.

Pemerintah kan sudah bayar sehingga di kubur saja.

Coba kalau pasien yang membayar, kalian kubur enggak.

Bohong, kalian simpan di ruang mayat. Main-main kalian sama mayat. Enggak betul ini," jelasnya.

Hingga kini belum bisa dipastikan apakah benar ibu yang disebut sakit tumor berstatus Covid-19.

(mak/tribun-medan.com)

SUBSCRIBE YOUTUBE CHANEL__TRIBUN BATAM__OFFICIAL:

Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul VIRAL Video Keluarga Pasien Marah-marah, Penyakit Tumor Otak Divonis Kena Covid-19

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved