Orangtua Waswas Anak Kembali ke Sekolah, New Normal Pendidikan Masih Polemik
Mayoritas kepala sekolah maupun orangtua/wali siswa di Tanjungpinang, tak sepakat bila new normal diterapkan pada dunia pendidikan
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Mayoritas kepala sekolah (kepsek) maupun orangtua/wali siswa di Tanjungpinang, tak sepakat bila new normal diterapkan pada dunia pendidikan.
• Terapkan Online dan Tatap Muka, Sekolah Swasta di Batam Buka Pendaftaran Sejak 2 Juni
Hipotesis itu disampaikan Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang Rizky Rahmatullah, saat menginisiasi diskusi bersama Dinas Pendidikan dan puluhan kepala sekolah melalui aplikasi Zoom.
"Bila melihat hasil diskusi keputusan membuka proses belajar mengajar dalam bentuk tatap muka harus diputuskan hati-hati, mengingat anak usia sekolah berpotensi terinfeksi Covid-19.
• Masih Beresiko Besar, Filipina Tidak Akan Izinkan Siswa Masuk Sekolah Sampai Ada Vaksin Corona
Pemko harus menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan sekolah untuk melaksanakan new normal, termasuk peraturan yang akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan," ujar Rizky, Rabu (10/06/2020).
Kadis Pendidikan Tanjungpinang Atmadinata mengatakan telah melakukan survei terhadap orangtua/wali siswa, terhadap kesiapan pembukaan kembali kegiatan tatap muka di sekolah.
• Niat Datang Sekolah ke Yogyakarta, Pemuda Malah Ajak Wanita Kencan di Hotel & Bunuh Karena Menolak
Hasilnya hanya 8,7 persen dari 6.379 responden setuju new normal diterapkan pada pendidikan.
Survei sama ternyata dilakukan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tanjungpinang Tri Elis Setyowati.
• Jadwal Masuk Sekolah di Kabupaten Karimun Pasca Belajar di Rumah, Bupati Keluarkan Surat Edaran
Hadir pada diskusi via daring, Tri mengatakan dari 200 orangtua/wali siswa yang jadi responden hanya 14 orang yang setuju proses belajar megajar kembali dilakukan di sekolah.
Sementara itu Kepsek SMP Pelita Nusantara, Maulana mengusulkan bila proses belajar mengajar dibuka kembali harus dengan sistem jeda per hari.
• Baru 3 Hari Dibuka, Korea Selatan Tutup Kembali Sekolah Setelah Muncul 176 Kasus Baru Covid-19
"Misalnya kelas tujuh di hari Senin, kelas delapan hari Selasa, kelas sembilan hari Rabu dan seterusnya berulang," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Disdik Tanjungpinang juga mengklaim sudah menyusun protokol kesehatan, untuk dijalankan bila proses belajar mengajar kembali di sekolah.
• New Normal Pendidikan, Presiden Jokowi: Jangan Grusa-grusu Tetapkan Jadwal Masuk Sekolah
Selain protokol standar semisal memakai masker, fasilitas tempat mencuci tangan dan penerapan physical distancing, siswa diharuskan membawa bekal dari rumah karena kantin diminta tutup.
Selain itu sekolah akan mempersingkat kegiatan belajar mengajar, yakni satu jam mata pelajaran yang semula 40 menit menjadi 20 menit.
• Saran Komisi Perlindungan Anak untuk Sekolah Saat New Normal: Tak Ada Istirahat, Belajar Cukup 4 Jam
"Juga ada pembagian dua shift, tujuannya mencegah penumpukan siswa saat datang," ujar Atmadinata, seraya mengungkapkan telah meminta ahli epidemilogi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 membantu membuat kajian.
Kasus Baru Melonjak
Menjelang fase new normal Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi positif dengan lonjakan drastis.