BATAM TERKINI
TAK Pulang ke Rumah, Seorang Remaja di Batam Dicabuli Tetangga Sendiri, Tergiur Uang Jutaan Rupiah
Saat korban tidak pulang, orangtuanya sudah berusaha mencari ke sana kemari hingga menyakan kepada teman terdekat.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Seorang anak di bawah umur yang masih remaja berusia 12 tahun menjadi korban pencabulan oleh tetangganya yang tinggal hanya berjarak dua rumah dari rumah korban.
Pencabulan terhadap korban terungkap setelah ia semalam tidak pulang kerumahnya.
Ayah korban yang tidak ingin dinamanya diberitakan ini menceritakan, anaknya yang menjadi korban pencabulan oleh tetangganya itu tidak pulang pada Sabtu (6/6/2020) malam.
Saat korban tidak pulang, orangtuanya sudah berusaha mencari ke sana kemari hingga menyakan kepada teman terdekat.
"Nah, Minggu (7/6/2020) anak saya pulang dan saya menanyakan kenapa ia tidak pulang satu malam," katanya. .
Saat ditanya, anak itu mengaku dari rumah temannya.
"Tetapi saya tidak percaya dan saya bawa ke rumah temannya yang disebut dan ternyata ia belum mau jujur," sebut ayah korban.
• Di Batam, Karyawan Berusia 50 Tahun ke Atas Harus Tetap Kerja, Khusus ASN Disiapkan Meja Khusus
• CATAT! Alami Masalah Saat Daftar PPDB Online di Batam, Hubungi Nomor Call Center Pengaduan Berikut
Ayah korban kembali menanyakan kepada anaknya ke mana ia selama satu malam tidak pulang kerumah.
"Anak saya menceritakan dia berada di sebuah sekolah yang jauh dari rumah dan bermalam di sekolah tersebut," jelasnya
Sang ayah pun semakin curiga karena sang anak merupakan sosok yang penakut sehingga ia terus mendesak untuk menceritakan keberadaan selama anaknya tidak pulang ke rumah.
"Saya periksa handphone dan di media sosial ada percakapan via aplikasi Facebook dangan pelaku," sebut orangtua korban.
Pria itu menyebut bahwa anaknya mengaku pernah diajak jalan-Jalan oleh pelaku ke alun-alun Engku putri
"Saya semakin curiga. Saya bilang ke anak saya jika ia tidak jujur maka saya akan bawa dia ke dokter untuk melakukan pemeriksaan," sebutnya
Sang anak yang menjadi korban akhirnya mulai bercerita jujur kepada orang tuanya bahwa pelaku yang berinisial DE (34) yang sudah melakukan perbuatan tak senonoh.
Menurut ayah Korban DE sudah melakukan kegiatan bejatnya sebanyak 3 kali di waktu dan tempat yang berbeda.