VIRUS CORONA DI BATAM
Warga Batam Urus Pencairan BST di Kantor Pos Sekupang, Sayangnya Abaikan Protokol Kesehatan
Suasana begitu riuh. Warga bergantian memasuki meja teller layanan pencairan. Tak sabar menunggu warga pun cetus, bahkan teriak di pintu masuk.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
"Kemarin untuk sistem pembayaran tunai melalui PT. Pos memang belum seluruhnya, oleh karena itu kami kasih waktu tambahan hari ini dan besok," jelasnya.
Ironisnya, pembagian dana BST sebesar Rp 600 ribu tersebut masih belum menerapkan standar protokol kesehatan, yakni physical distancing di antara para warga.
Warga tampak tetap berkerumun di area pintu Kantor Pos, dan papan pengumuman. Sebagian lainnya yang menunggu di bawah tenda yang disediakan juga tampak tidak memperhatikan jarak antar sesama.
Meski demikian, pihak petugas Kantor Pos dengan dibantu Satpol PP, terus mengimbau warga agar menaati protokol kesehatan dan memakai masker.
"Kalau tidak pakai masker, tidak boleh masuk," seru petugas.
Perjuangan Warga Batam Dapatkan BST
Bantuan Sosial Tunai (BST) disambut antusias oleh warga. Hal ini terbukti dari banyaknya warga yang mengerumuni Kantor Pos Batam Center pada Kamis (14/5/2020).
Jumlah bantuan sebesar Rp 600 ribu membuat warga berbondong-bondong membawa dokumen asli Kartu Keluarga (KK) dan KTP menuju lokasi Kantor Pos Batam Center.
Salah seorang warga, Royana Manalu telah memperoleh sejumlah uang bantuan tersebut. Ia mengaku telah mengantre sejak pagi, dengan membawa KK dan KTP lengkap.
Uang tersebut, menurutnya, sangat bermanfaat di tengah situasi pandemi saat ini. Royana rencananya akan membeli sembako dan kebutuhan pokok rumah tangganya dengan uang BST tersebut.
"Uang ini mau saya buat belanjakan sembako," ungkapnya dengan antusias.
Namun, di sisi lain, ada pula warga yang sudah datang dari jauh, tetapi tidak dapat mencairkan BST pada hari ini.
• Tiga Orang Tewas Dalam Musibah Kebakaran di Tangerang, Ketahuan Setelah Api Dipadamkan Petugas
• Dimulai 29 Juni, Ini Syarat dan Jadwal PPDB Offline di Karimun
Seorang wanita paruh baya bernama Gustimawarni mengaku, ia telah datang dari Kelurahan Belian, namun petugas kantor pos menyatakan ia belum bisa memperoleh dana bantuan.
Hal ini disebabkan, jadwal pengambilan BST pada Kamis ini baru dikhususkan untuk warga Kelurahan Sukajadi dan Sei Panas yang sudah terdata.
"Saya sudah datang jauh-jauh, bawa KTP dan KK lengkap, tetapi petugasnya bilang, suruh lihat data di kelurahan dulu, jadi belum bisa ambil," ujarnya.
Gustimawarni menyatakan, ia sangat mengharapkan BST ini untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sebab sang suami yang menjadi tulang punggung keluarga telah lama meninggal.(TribunBatam.id/Bereslumbantobing/Roma Uly Sianturi/Hening Sekar Utami)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/warga-berkerumum-urus-bst-di-kantor-pos-sekupang.jpg)