Breaking News:

BATAM TERKINI

DERETAN Alasan Kawasan industri di Kepri Siap Sambut Relokasi Perusahaan Asal US dan Jepang

Saat ini insentif telah diberikan oleh Pemerintah dan tanpa mengesampingkan peran Singapura yang merupakan base logistic hun terbesar di dunia.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
tribunnews batam/anne maria
Ilustrasi Kawasan Industri di Batam. Saat ini sejumlah kawasan industri di Kepri mengaku siap menampung perusahaan asal USA dan Jepang yang akan melakukan relokasi dari Tiongkok. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wakil Komite Tetap Pengembangan Kawasan Berikat dan Kawasan Perdagangan Bebas Kadin Indonesia, OK Simatupang mengatakan, kawasan industri di Kepri siap menampung relokasi perusahaan asal USA maupun Jepang dari Tiongkok.

"Kalau kita lihat Batam, Bintan dan Karimun memiliki letak geografis yang paling strategis di jalur perdagangan international," ujarnya, Kamis (11/6/2020).

Saat ini insentif sebagai Kawasan Perdagangan Bebas telah diberikan oleh Pemerintah dan tanpa mengesampingkan peran Singapura yang merupakan base logistics hub terbesar di dunia. 

Kemudian dari sisi kawasan industrinya dengan ketersediaan infrastruktur industri dan pengelola kawasan industri sudah sangat teruji. 

"Saat ini masih tersedia ratusan hektare lahan yang tersebar ditiap-tiap kawasan industri Batam, kemudian ada ribuan hektar di Bintan dan Karimun yang siap juga dikembangkan," kata OK.

Terjebak di Batam, Yume Arisa Sedih Tinggalkan Bayi Usia 2 Bulan Bersama Suaminya di Malaysia 

HARI Ini, Kamis (11/6) Ferry dari Batam ke Dabo Singkep Mulai Berlayar, Angkut 16 Penumpang

Ia menambahkan, momentum ini tentu, harus dimanfaatkan sebagai sebuah peluang disaat pamdemi Covid-19.

Agar PMA-PMA tersebut dapat merancang investasi di FTZ Batam Bintan dan Karimun.

Sementara itu, Wakil Ketua Koordinator HKI Kepri, Tjaw Hioeng mengakui dengan adanya rencana dari Pemerintah tersebut.

Pihaknya sangat menyambut baik hal itu karena peruntukan industri di Batam Bintan dan Karimun sudah clear and clean.

"Jadi tidak ada lagi permasalahan terkait lahan, tinggal bagaimana kita memanfaatkan pembangunan gedung yang tersebar di masing-masing Kawasan industri baik di Batam, Bintan dan Karimun. Ya, tinggal di lihat saja jenis industrinya seperti apa," ujar Tjaw Hioeng.

Ia menambahkan untuk infrastruktur dasar, infrastruktur industri dan sarana penunjang sudah sangat tersedia di masing-masing Kawasan.

Tinggal tahap pembangunan saja yang memerlukan waktu sekitar 6 sampai 10 bukan tergantung kapasitas yang dikehendaki. (Tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)
 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved