HUMAN INTEREST

'Terjebak' di Batam, Yume Arisa Sedih Tinggalkan Bayi Usia 2 Bulan Bersama Suaminya di Malaysia 

Sambil memegang fotokopi surat-surat berharga dan paspor, Yume Arisa mengeluhkan tidak bisa bertemu buah hatinya yang baru berusia 2 bulan di Malaysia

TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
Yume Arisa mengeluhkan tidak bisa bertemu buah hatinya yang baru berusia 2 bulan di Malaysia. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Suasana Pelabuhan Batam Center tampak lengang, Kamis (11/6/2020) sekitar pukul 11:00 WIB.

Di tengah sepinya suasana pelabuhan, tampak seorang perempuan duduk dengan lesu di bangku Pelabuhan Batam Center tersebut.

Di dekat loket informasi pelabuhan itu, ia menceritakan kesulitannya membeli tiket untuk berangkat ke Malaysia.

Sembari memegang fotokopi surat-surat berharga dan sebuah paspor, Yume Arisa mengeluhkan tidak bisa bertemu buah hatinya yang baru berusia 2 bulan di Malaysia.

Perempuan ini semula memang sempat tinggal dengan suami dan seorang anaknya di Malaysia.

Namun, ketika Yume pulang ke Batam beberapa waktu lalu, wabah Covid-19 pun menghadang dan membuat perizinan keluar masuk negara tetangga menjadi sedemikian rumit.

HARI Ini, Kamis (11/6) Ferry dari Batam ke Dabo Singkep Mulai Berlayar, Angkut 16 Penumpang

SEMPAT Dinyatakan Sembuh Akhir April, Seorang Pasien Covid-19 di Batam Kembali Terinfeksi

Hari ini, ia mencoba meyakinkan agen tiket kapal Lintas Samudera untuk membeli tiket ke Johor, Malaysia.

Namun permintaan itu ditolak pihak agen kapal.

Alasannya, visa paspor yang dimiliki Yume masih berstatus visa pelancong.

"Agennya bilang, tidak boleh karena masih visa pelancong, tak bisa ikut suami," ujar Yume.

Menurut keterangan agen, kapal tujuan Malaysia saat ini hanya dapat memberi akses tiket kapal bagi penumpang yang memiliki izin tinggal.

Hal ini sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan Garis Panduan Proses Kemasukan Person Under Surveillance (PUS) yang Tiba dari Luar Negara tanggal 10 Juni 2020.

Syahbandar Pelabuhan Batam Center, Deni Cahyadi, juga membenarkan bahwa saat ini pihak pelabuhan tidak bisa mengantar penumpang berstatus pelancong menuju Malaysia.

"Untuk pelancong masih belum bisa masuk Malaysia. Mudah-mudahan bulan depan Malaysia sudah buka pintu," ujar Deni.

Sementara itu, Yume hanya bisa menunggu dan meratapi nasibnya terpisah dari sang anak.

Ia mengaku sedih dan terpukul, serta berharap agar Covid-19 dapat segera usai dan situasi berjalan seperti sedia kala.

"Sedih kalau teringat anak di Malaysia, saya nangis tiap hari, kapan lah Covid-19 ini akan mereda ya," ujar Yume dengan suara bergetar. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved