TRIBUN WIKI
Dipelopori Sekolah Dokter Djawa, Simak Sejarah STOVIA, Sekolah Kedokteran Bagi Rakyat Pribumi
STOVIA merupakan sekolah untuk pendidikan kedokteran bagi rakyat pribumi pada zaman Hindia Belanda yang tokoh-tokoh pergerakan nasional.
TRIBUNBATAM.id - STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) memiliki peran penting bagi pergerakan perjuangan bangsa Indonesia.
STOVIA merupakan sekolah untuk pendidikan kedokteran bagi rakyat pribumi pada zaman Hindia Belanda.
Lewat STOVIA muncul tokoh-tokoh pergerakan nasional yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari Belanda.
Perjuangan yang dilakukan tidak lagi dengan fisik atau senjata melainkan pemikiran lewat organisasi-organisasi yang dibentuk.
Sejarah STOVIA
Pelopor STOVIA adalah Sekolah Dokter Djawa.
Sekolah Dokter Djawa dibuka pada 1851.
• Perut Terasa Sesak dan Penuh Gas, Simak Penyebab dan Cara Atasi Perut Begah Setelah Makan
Latar belakang Sekolah Dokter Djawa didirikan sebagai pertimbangan mendirikan sekolah khusus petugas vaksin untuk menangani wabah cacar di sepanjang pantai utara Pulau Jawa dan wilayah karesidenan Banyumas.
Dikutip situs Provinsi DKI Jakarta, menjelang akhir abad ke-19 atau 1902, Sekolah Dokter Djawa ditransformasikan ke dalam STOVIA.
Tujuannya untuk menciptakan tenaga-tenaga medis di berbagai daerah.
Selain itu melaksanakan aktivitas pengobatan di Rumah Sakit Tentara Batavia.
Pada awalnya pendidikan di STOVIA diharuskan menggunakan pakaian daerah, baju, kain, blangkon, dan kaki telanjang.
Bahasa pengantar yang dipakai adalah bahasa Belanda.
Sehingga membuat murid-murid harus mengikuti kursus bahasa dari sekolah angka satu, yaitu golongan priyayi.
Banyak siswa STOVIA berasal dari keluarga kurang mampu.