Breaking News:

HUMAN INTEREST

Kisah Keluarga Saud di Batam, Diusir Dari Indekos hingga Tidur di Emperan Karena Tak Punya Uang

Akibat Covid-19, pasangan suami istri di Batam dan anaknya yang masih balita (bawah lima tahun), jadi tak punya tempat tinggal yang layak

TRIBUNBATAM.ID/HIMI HEPTANA
Saud, Rini dan anak mereka. Satu keluarga ini sudah hampir sebulan tinggal di emperan di kawasan Jodoh, Batam, karena tak punya tempat tinggal. Sedangkan uang, mereka tak punya 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Akibat Covid-19, pasangan suami istri di Batam dan anaknya yang masih balita (bawah lima tahun), jadi tak punya tempat tinggal yang layak.

Pasangan suami istri itu adalah Saud dan Rini. Mereka terpaksa tinggal di teras bangunan kosong yang sudah tidak ditempati orang.

Saud merupakan perantau dari Kota Medan. Ia merantau ke Batam sejak 2010, lalu.

Sebelum ada Covid-19, Saud dan keluarga kecilnya tinggal indekos di daerah Jodoh, Batam, Kepri. Namun karena tidak ada biaya untuk bayar indekos lagi, akhirnya Saud sekeluarga diusir oleh pemilik kos.

Alhasil, ia tinggal di emperan bangunan, tepatnya di samping BCA Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.

Hati-hati, Bagi yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 Terancam Pidana 1 Tahun Penjara, Ini Kata Polisi

Saud dan keluarganya sudah tinggal di sana hampir 1 bulan.

Selama waktu itu, Saud, istri dan anaknya yang masih berusia 7 bulan tidur hanya beralaskan kasur tipis, dengan selimut kain tipis pula.

Sedangkan baju yang mereka kenakan sehari-hari ditempatkan di kardus.

Ia sempat berencana ingin pulang ke kampung halamannya di Medan, namun apa daya dia tak memiliki biaya.

"Rencana mau pulang, tetapi kerja dululah untuk ongkos pulang," kata Saud kepada TRIBUNBATAM.id, Sabtu (13/6/2020).

Halaman
12
Penulis:
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved