BATAM TERKINI
Lima Orang Pedagang Reaktif Setelah 334 Pedagang Toss 3000 Dicek Kesehatannya
Pasar Tos 3000 menjadi salah satu klaster penyumbang jumlah pasien positif terbaru di Batam. Untuk itu, perlu ada tindakan tegas pencegahan.
"Bisa tiga kali kita semprotkan disinfektan di pasar tersebut. Apapun opsi yang disampaikan akan ditampung semua. Tujuannya tidak lain adalah memutus penyebaran virus Covid-19 di pasar Tos 3000 ini," kata Amsakar.
Ia menambahkan Pasar Toss 3000 merupakan sumber pendistribusian komoditas di seluruh Batam. Hal ini juga menjadi pertimbangan dalam mengambil tindakan yang akan diambil dalam pengendalian Covid- 19 di kluster tersebut.
• Suami Istri dan Kakak Beradik Ditangkap Setelah Transaksi Narkoba di Pelabuhan
"Kalau ditutup kita harus pikirkan bagaimana nasib ribuan orang yang menggantungkan mata pencaharian mereka di sana. Namun melihat grafik penambahan yang masih terjadi hingga kini, ada kekhawatiran dan harus ditangani dengan cepat," katanya.
Penataan ulang Pasar Tos 3000 akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, membenarkan rencana ini, pada Rabu (17/6/2020).
"Ya benar, berdasarkan data ada kurang lebih 2.500 pedagang di situ, akan kita tata ulang semua pedagangnya," ujarnya.
Hal ini berkaitan dengan tindak lanjut atas bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang saat ini sudah ada 13 orang yang berkaitan dengan Pasar TOS 3000.
Gustian mengatakan, proses penataan ulang ini rencananya akan meminta bantuan dari aparat seperti anggota TNI, agar dapat berjalan kondusif dan lancar. Sementara itu, proses penataan ulang pedagang ini diprediksi membutuhkan waktu maksimal lima hari.
Selama proses ini, para pedagang Pasar Tos 3000 diminta agar menghentikan pemesanan komoditas sayur yang biasa dilakukan. Hal ini untuk mencegah agar pedagang tidak merugi akibat bahan baku yang melimpah dan membusuk.
"Kita suruh hentikan pemesanan pasokan bahan dagangan, agar saat penataan pedagang tidak memiliki stok sayur lagi. Jadi jangan sampai masih ada stok dan membusuk, supaya pedagang tidak merugi juga," terangnya.
Adapun penataan yang dilakukan berupa pengaturan jarak antar pedagang, penerapan menggunakan masker dan handsanitizer di lingkungan pasar, hingga membatasi pintu masuk dan keluar pasar.
Jika selama ini, pembeli dapat masuk area pasar dari segala penjuru, kini, pintu masuk pasar hanya akan dibuat tiga pintu saja. Akses keluar dan masuk juga akan dipisah nantinya.
Sedangkan soal protokol kesehatan, Gustian mengharapkan seluruh pedagang dan pembeli mematuhi protokol tersebut.
Terkait waktu penataan, Gustian masih berdiskusi dengan pihak pengelola dan pedagang pasar. Meski begitu, tim sudah dikerahkan untuk turun mengukur luasan pasar agar jarak antar pedagang dapat diatur sedemikian rupa, yakni satu hingga dua meter.
"Proses penataan ini tentunya melibatkan banyak pihak, pengelola maupun pedagang ikut terlibat. Waktu pelaksanaannya juga harus pas, sebab pak Wali Kota ingin semuanya cepat selesai," tambah Gustian. (hsu/rus)