Aksi Rasisme Kembali Terjadi, Dua Masjid di Inggris Jadi Sasaran, Terdapat Coretan Umpatan
Aksi terkait isu rasisme kembali terjadi di Inggris. Kali ini, aksi rasisme menjadikan masjid di Inggris sebagai sasarannya. Berikut potret masjidnya.
Ketua Dewan Penasihat Nasional Masjid & Imam (MINAB), Imam Asim meminta masjid agar tidak dibuka dulu hingga kondisi aman terlebih untuk salat berjamaah.
"Perbedaan mendasar antara masjid dan beberapa tempat ibadah lainnya adalah bahwa masjid pertama dan terutama digunakan untuk sholat berjamaah."
"Salat secara pribadi dapat dilakukan di mana saja, terutama di rumah-rumah. Dengan demikian, membuka masjid pada 15 Juni akan menyebabkan lebih banyak tantangan bagi masjid dan imam karena harapan dari masyarakat adalah untuk memulai kembali ibadah kolektif," jelas Imam Asim.
Sekretaris jenderal Dewan Muslim Inggris, Harun Khan juga menilai bahwa masyarakat perlu edukasi lebih jelas terkait inisiatif pemerintah tersebut.
Sehingga pesannya tidak ambigu dan masyarakat tetap berpegang pada pedoman kesehatan.
"Masjid disediakan terutama untuk ibadah jamaah, sehingga saat ini ada ketidakpastian dan keprihatinan yang signifikan dari para pemimpin masjid tentang bagaimana peraturan baru benar-benar dapat diterapkan," kata Harun Khan.
Khan menambahkan bahwa MCB, payung dari asosiasi Muslim, telah berkonsultasi dengan masyarakat di seluruh negeri dan jelas perencanaan proaktif tentang membuka kembali masjid telah terjadi.
MINAB juga telah meminta pemerintah untuk mengizinkan kelompok kecil untuk shalat lima waktu di masjid-masjid.
Di sisi lain Uskup Agung Wesminister dan Katolik Roma paling senior di Inggris dan Wales, Kardinal Vincent Nichols berterima kasih karena tempat ibadah jadi langkah pelonggaran kuncian yang pertama.
Dia memastikan jamaat akan menuruti aturan pembatasan sosial, setidaknya dengan dibukanya gereja masyarakat akan kembali berhubungan dengan tempat ibadah.
Namun dia menambahkan bahwa tidak setiap gereja Katolik akan dibuka pada 15 Juni nanti.
"Keputusan dan ketentuan lokal harus memimpin proses ini," katanya.
Juru bicara Perdana Menteri mengatakan, Johnson menilai masyarakat perlu memiliki ruang beribadah dan berdoa.
Inggris duduk di posisi kelima negara dengan kasus infeksi Covid-19 tertinggi di dunia.
Worldometers pada Senin (8/6/2020) mencatat 286.194 infeksi dengan 40.542 kematian.
Sementara itu angka kesembuhannya tidak tercatat.
(*)
• Hasil Uji Coba Menjanjikan, Ilmuwan Inggris Klaim Dexamethasone Kurangi Risiko Kematian Covid-19
• PERDANA, Klub Liga Inggris Pakai Jersey Berlebel Anti-Rasisme, Bertuliskan Black Lives Matter
• Hasil, Klasemen dan Top Skor Liga Inggris Setelah Manchester City Menang, Jamie Vardy Masih Top Skor
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dua Masjid di Inggris Jadi Sasaran Rasisme, Terdapat Coretan Ku Klux Klan & Umpatan dengan Cat Merah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/13032020_salat-jumat-dilarang-di-iran-dan-singapura-karena-corona.jpg)