Minggu, 3 Mei 2026

Miliki Efek Samping dan Komplikasi, Malaysia Sebut Dexamethasone Jangan Disalahgunakan

Malaysia turut angkat bicara terkait Dexamethasone melalui Kementerian Kesehatan Malaysia. Pihaknya memberi peringatan akan efek samping Dexamethasone

Tayang:
dok_bernama
Dirjen Kemenkes Malaysia Dr Noor H Abdullah sebut Dexamethasone miliki efek Samping dan komplikasi. 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPURDexamethasone sempat diklaim oleh Inggris sebagai obat yang mampu kurangi risiko kematian akibat virus Corona atau Covid-19.

Malaysia turut angkat bicara terkait Dexamethasone melalui Kementerian Kesehatan Malaysia.

Pihaknya memberi peringatan akan efek samping Dexamethasone.

Seperti yang dilansir Free Malaysia Today, Dirjen Kesehatan Noor Hisham meminta warga untuk tidak menggunakan Dexamethasone tanpa resep dokter.

Hal ini dikarenakan Dexamethasone memliki beberapa efek samping, termasuk kelemahan otot dan keropos tulang.

Noor Hisham mengatakan obat itu sebenarnya telah digunakan di Malaysia untuk mengobati penyakit lain, termasuk kanker.

Industri di Malaysia dan Singapura Tutup, Perusahaan di Batam Buka Lowongan Kerja

"Dari hari pertama, kami telah menggunakan obat ini. Ini bukan sesuatu yang baru tetapi karena infeksi Covid-19, setiap hari ada pelajaran dan tantangan baru," ujarnya.

"Sekarang, kami memiliki bukti untuk menunjukkan bahwa obat itu manjur untuk pasien Kategori 5."

"Pasien Kategori 5 yaitu pasien yang memakai ventilator, sepertiga dari mereka menjalani pengobatan dan pulih karenanya," katanya.

Karena itu, bukti menunjukkan bahwa pasien yang sakit parah dapat menggunakan Dexamethasone.

"Namun demikian, kita harus berhati-hati dalam menggunakan obat ini karena memiliki efek samping dan komplikasinya," tambahnya.

Noor Hisham mengatakan bahwa kementerian telah menggunakan Dexamethasone dalam dosis 4mg dua atau tiga kali sehari selama maksimum lima hari dalam merawat pasien Kategori 4 dan 5 Covid-19.

Ia mengatakan uji klinis acak Dexamethasone di University of Oxford di Inggris menunjukkan obat itu membantu mengurangi peradangan.

Dexamethasone dapat mengurangi risiko kematian di antara pasien Covid-19 dengan kesulitan bernapas serius, terutama yang membutuhkan bantuan pernapasan.

Namun, data menunjukkan bahwa obat itu tidak membantu dalam pengobatan pasien Covid-19 dengan gejala ringan.

Hasil Uji Coba Menjanjikan, Ilmuwan Inggris Klaim Dexamethasone Kurangi Risiko Kematian Covid-19

Inggris menjadi sorotan usai ilmuwannya mengklaim Dexamethasone Steroid bisa tangani virus Corona atau Covid-19.

Dexamethasone dianggap bisa mengurangi risiko kematian akibat Covid-19, dan menyebutnya sebagai "terobosan besar".

Ilmuwan di Inggris melakukan penelitian ini yang dipimpin oleh tim dari Universitas Oxford.

Mereka memberikan Dexamethasone untuk mengurangi peradangan pada penyakit kepada lebih dari 2.000 pasien Covid-19 yang sakit parah.

Dexamethasone diberikan kepada pasien yang hanya bisa bernapas dengan bantuan ventilator.

Menurut hasil awal dari Trial Pemulihan, obat tersebut dilaporkan mengurangi kematian hingga 35 persen.

Dikutip Tribunnews dari Al Jazeera, sementara tidak ada manfaat yang dicatat saat obat tersebut diberikan pada pasien yang tidak menggunakan ventilator.

"Berdasarkan hasil ini, satu kematian akan dicegah dengan pengobatan sekira delapan pasien berventilasi atau sekira 25 persen yang membutuhkan oksigen saja," ungkap pernyataan Universitas Oxford.

Para peneliti menambahkan, berdasar hasil penelitian, Dexamethasone, obat yang tersedia di apotek, harus segera menjadi perawatan standar pada pasien dengan penyakit yang parah.

"Ini adalah hasil yang patut disambut baik," ungkap satu di antatra Pemimpin Studi, Peter Horby dari Universitas of Oxford, dalam pernyataannya.

Hasil Uji Coba Sangat Menjanjikan

Lebih lanjut, hasil uji coba sangat menjanjikan karena sekitar 40 persen pasien Covid-19 yang memerlukan ventilator akhirnya meninggal.

Seringkali ini terjadi karena respon inflamasi tubuh yang tidak terkendali terhadap virus.

Bagi mereka yang menerima pengobatan baru, angka kematian turun menjadi kurang dari 30 persen.

Secara terpisah, Nick Cammack dari Wellcome, sebuah badan amal Inggris yang mendukung penelitian ilmiah memberikan tanggapannya.

Meskipun obat ini hanya membantu dalam kasus yang parah, "nyawa yang tak terhitung jumlahnya akan diselamatkan secara global", kata Cammack.

"Dexamethasone sekarang harus diluncurkan dan diakses oleh ribuan pasien yang sakit kritis di seluruh dunia," kata Cammack.

"Ini sangat terjangkau, mudah dibuat, dapat ditingkatkan dengan cepat dan hanya perlu dosis kecil," tambahnya.

Mengurangi Peradangan

Lebih jauh, obat steroid ini mengurangi peradangan, yang terkadang berkembang pada pasien Covid-19.

Reaksi berlebihan ini dapat berakibat fatal, sehingga dokter menguji steroid dan obat antiinflamasi lainnya pada pasien Covid-19.

Sementara itu, WHO menyarankan agar tidak menggunakan steroid lebih awal dalam perjalanan penyakit Covid-19.

Ini karena obat tersebut dapat memperlambat waktu sampai pasien membersihkan virus.

*WHO belum menyetujui obat atau vaksin apa pun untuk mengobati Covid-19. Penelitian lebih lanjut masih dikembangkan.

(*)

88 Meninggal, Demam Berdarah di Malaysia Tembus 50.511 Kasus di Tengah Wabah Covid-19

Pendukung Anwar Ibrahim Tak Ingin Mahathir Mohamad Jadi PM Malaysia: Karakternya Menjengkelkan

Mahathir Mohamad Singgung Pemilihan Presiden Amerika Serikat, Mantan PM Malaysia Dukung Joe Biden

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dirjen Kesehatan Malaysia: Dexamethasone Miliki Efek Samping dan Komplikasi, Jangan Disalahgunakan.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved