Senin, 13 April 2026

Pria ini Bunuh 2 Anak Tirinya Karena Minta Es Krim, Korban Dibuang ke Dalam Parit

Dua bocah di Medan, Sumatera Utara, ditemukan tewas di dalam parit diduga dibunuh ayah tirinya, Minggu (21/6/2020).

Editor: Eko Setiawan
Sripo
Ilustrasi Mayat 

TRIBUNBATAM.id, MEDAN - Ayah tiri ditangkap polisi setelah melakukan pembunuhan terhadap dua orang anak tirinya.

Pembunuhan tersebut langsung menghebohka warga sekitar.

Dua bocah di Medan, Sumatera Utara, ditemukan tewas di dalam parit diduga dibunuh ayah tirinya, Minggu (21/6/2020).

Pelajar 15 Tahun Positif Covid-19, Jumlah Pasien Positif Corona di Batam Tembus 209 Kasus

Mengenal Sandrinna Michelle, Pemeran Wulan di Sinetron Terbaru SCTV yaitu Dari Jendela SMP

Berkas Penipuan dan Penggelapan Mobil Iptu Hiswanto Ady Cs Dilimpahkan ke Kejati Kepri

Safrizal (57) warga di sekitar areal sekolah yang beralamat di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, mengatakan mayat kakak beradik tersebut ditemukan tadi pagi.

"Kejadiannya ya sekitar sini, tadi pukul 08.00 WIB warga pada rame di sini," katanya sambil menunjuk ke sekolah swasta yang berada di lokasi tersebut, Minggu (21/6/2020).

"Yang meninggal itu dua bocah, warga tahu tadi karena ibunya mencarinya pada pukul 08.00 WIB. Si ibu atau istri pelaku ini mendapat pesan via handphone bahwa kedua anak itu sudah dibunuh di areal sekolah, tempat dia bekerja sebagai buruh bangunan," katanya.

Dari penuturannya, pihak petugas hingga saat ini masih melakukan penyelidikan.

Tidak Hanya di Tanjunguma, Banjir juga Terjadi di Perumahan PBN Bengkong Batam

Ternyata Ini Penyebab Ngantuk Setelah Makan, Salah Satunya Asupan Tinggi Gula

"Tadi kan petugas sudah datang. Ada Tim Inafis ya, soalnya kan lama juga dapat dua anak itu. Yang pertama dapatnya di sekitar lorong bangunan bawah sekitar pukul 09.00 WIB, dan anak yang kedua itu pada pukul 10.00 WIB," katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, setelah korban yang pertama ditemukan, istrinya menghubungi kembali suaminya, dimana anak satunya lagi ditempatkan.

"Korban dapat satu sekitar pukul 09.00 WIB, lalu istrinya menelpon lagi, dia katakan di dalam parit yang berada sekitar lorong itu juga, dan jasad anak itu dapat sekitar 10.00 WIB," tambahnya.

Wargapun memadati lokasi kejadian akibat jeritan histeris ibu kedua bocah setelah menemukan anaknya sudah tidak bernyawa lagi.

"Ayah tiri anak itu baru tinggal sebulan. Dia itu sedang kerja bangunan, mungkin ya, belum dapat duit, kesal sama anak tirinya yang minta belikan es krim, lalu bunuh anaknya. Ini kan semua dugaan saja. Karena pihak petugas masih melakukan penyelidikan," katanya.

Dari informasi yang dihimpun, pembunuh tersebut memiliki ciri tubuhnya bertato.

"Kalau memang dia itu ya, dia itu bertato. Tapi yang paling kita sesalkan ya masa dia tega bunuh anaknya, sekalipun itu tiri. Dia harusnya bersyukur, ini malah bunuh," sambungnya.

"Jasad kedua anak itu sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan," katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved