Breaking News:

BATAM TERKINI

MUI Bersama 40 Ormas di Batam Deklarasi Tolak RUU-HIP, 'Jangan Khianati Rakyat'

Diawali oleh ibadah salat Ashar berjamaah, terdapat 4 poin pertimbangan dalam deklarasi menolak RUU-HIP itu.

TribunBatam.id/Hening Sekar Utami
Deklarasi penolakan terhadap RUU Haluan Ideologi Pancasila, oleh MUI dan Ormas se-Kota Batam, Senin (22/6/2020). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta sejumlah Organisasi Massa (Ormas) Kota Batam menyatakan sikap terhadap Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU-HIP).

Bertempat di Masjid Agung Batam Center, Ketua MUI Kota Batam, KH Usman Ahmad, dan Ketua MUI Kepri, Edi Safrani turut hadir dalam agenda Gerakan Umat Mengawal Maklumat MUI (GUMM-MUI) 2020 tersebut.

Kegiatan ini diikuti juga oleh setidaknya 40 ormas di Kota Batam.

Diawali oleh ibadah salat Ashar berjamaah, agenda utama pertemuan ini adalah mendeklarasikan penolakan terhadap RUU-HIP, dengan empat poin pertimbangan.

Pertama, RUU-HIP berpotensi menghapuskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Kedua, dengan disahkannya RUU ini, berpotensi pula melahirkan kembali paham Marxisme, Leninisme, Komunisme serta paham-paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila.

Ketiga, RUU ini dianggap berpotensi menimbulkan dualisme sumber hukum di Indonesia. Yang mana, ini akan berdampak pada poin keempat, yakni timbulnya gejolak sosial dan disintegrasi bangsa.

Secara serentak, gabungan ormas islam, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi kepemudaan se-Kota Batam mendeklarasikan dukungan atas maklumat MUI yang menolak RUU tersebut.

"Ada kurang lebih 40 ormas bergabung," ujar KH Usman Ahmad.

Jangan Korek Luka Lama

Halaman
12
Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved