Musim Hujan, Emak-emak di Karimun Khawatir dengan Meningkatnya Kasus DBD, Ini Cara Mencegahnya
Menguras bak mandi secara rutin dan memantau titik-titik genangan air di sekitar rumah, termasuk upaya untuk mencegah penyakit DBD
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Musim hujan sedang terjadi di wilayah Karimun, Kepri saat ini. Hal itu membuat sejumlah warga khawatir.
Kekhawatiran warga terkait munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Lantaran penyakit yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti itu bisa membuat penderitanya meninggal dunia.
Nyamuk ini kerap bersarang di genangan air.
"Ya khawatir. Apalagi kalau yang kena anak. Terlebih sekarang musim hujan," kata seorang warga Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Karimun, Dwi, Minggu (21/6/2020) di sebuah puskesmas di Pulau Karimun.
Menurut wanita satu anak ini, nyamuk Aedes Aegypti hidup di genangan air yang tidak kotor.
"Bisa di ban-ban, ember ataupun tempat yang bisa menampung air lain," sebutnya.
Sebisa mungkin, ia berusaha memantau air-air yang tergenang di sekitar rumahnya. Ia juga mengaku menguras bak mandinya secara rutin.
"Mulainya ya dari kita dulu biar nyamuk penyebab demam berdarah tak bersarang," sebutnya.
Dua Kecamatan Jadi Perhatian
Jumlah kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karimun dari awal tahun hingga Juni 2020 mencapai 114 kasus.
Satu kasus di antaranya diketahui meninggal dunia. Pasien tersebut beralamat di Kecamatan Tebing dan berusia 11 tahun.
"Ada satu anak usia 11 tahun meninggal duni sekitar akhir Mei," kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, Minggu (21/6/2020).
Kasus-kasus DBD ini tersebar di sejumlah kecamatan. Rachmadi mengatakan Kecamatan Meral dan Kundur menjadi daerah yang rawan DBD.
• Diduga Kontak dengan Pasien Positif Corona, 96 Warga Bintan Jalani Rapid Test, 2 Orang Reaktif
• Petugas Bandara Hang Nadim Jalani Rapid Test, Jumlah Penumpang Tembus 5.692 Dalam 2 Hari
Dimana dua tahun terakhir, Kelurahan Tanjung Batu Kota, Kecamatan Kundur, jumlah kasus DBD cukup tinggi.
"Untuk Meral dan Kundur memang rawan," ujarnya.
Dari 114 kasus tersebut, kasus terbanyak tercatat di Kecamatan Meral. Jumlahnya sebanyak jumlah 28 kasus.