Intelijen Amerika Sebut China Sudah Lama Rencanakan Penyerangan ke India
Jenderal Zhao dianggap sebagai tokoh di belakang ketegangan antara India dan China, sejak 2017. Sementara itu, berbicara masalah betrokan China dan I
TRIBUNBATAM.id, INDIA - Bentrok antara India dan China sejauh ini menjadi pembahasan dunia.
Apalagi banyak tentara India yang menjadi Korban dalam peristiwa tersebut.
Sejauh ini betrokan antara India dan China di lembah Galwan, Ladakh menyita perhatian dunia.
• Viral di Medsos, Warga Karimun Buat Spanduk Selamat Datang di Wisata Jalan Rusak-PHP
• New Normal, Begini Aturan-aturan Baru Nonton di Bioskop Indonesia
• Personel Polres Anambas Bersih-Bersih di Tempat Ibadah, Jelang Peringatan Hari Bhayangkara
Hal itu karena sepak terjang China dalam urusan mencaplok wilayah terus bermunuculan.
Sebelumnya, China ngotot melakukan upaya untuk mengambil alih Laut China Selatan secara ilegal.
Selain itu China melakukan serangan ke India dalam rangka mengambil alih lembah Galwan yang diyakini sebagai lokasi strategis China untuk mengendalikan dua wilayah.
Meski penyerangan itu terungkap baru-baru ini, tak disangka ada sebuah bukti bahwa China telah merencanakan serangan ke India jauh-jauh hari.
Seperti dikutip dari US News melalui 24h, Intelijen AS berhasil mengungkap fakta mengejutkan di balik bentrokan antara India dan China.
Intelijen AS mengatakan bahwa komandan tertinggi Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), telah merencanakan serangan ini jauh-jauh sebelumnya.
Menurut sumber itu, Letnan Jenderal Zhao Tong, komandan tertinggi PLA memerintahkan serangan itu jauh sebelumnya.
Kemudian pada tanggal 15/6 ketika 20 tentara India tewas dalam bentrokan itu, Zhao ingin militer China bertindak agresif.
Pejabat Intelijen AS yang dirahasiakan namanya ini mengatakan, Jenderal Zhao tidak ingin Amerika Serikat dan sekutunya termasuk India meremehkan China.
Alhasil mereka merencanakan serangan itu, termasuk bertindak agresif pada tanggal 15 Juni, sehingga menewaskan beberapa tertara India.
Keputusan berani ini telah memicu reaksi keras dari India.
Menteri Luar Negeri India Subrahamanyam Jaishanka, mengatakan kepada rekannya Wang Yi, "Anda telah merencanakan serangan ini sebelumnya bukan."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tentara-india-berdarah-darah.jpg)