KEBIJAKAN WAJIB PAJAK
Selama Covid-19, Pembayaran Pajak di BP2RD Kepri Turun 20 Persen
Selama pandemi Covid-19 yang melanda wilayah Kepri, para periode Maret hingga Mei 2020. Berikut rinciannya.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Selama pandemi Covid-19 yang melanda wilayah Kepri, para periode Maret hingga Mei 2020, terjadi penurunan pembayaran di semua sektor pajak di Badan Pengelolaan Pendapat dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri.
Sekretaris BP2RD Kepri Diky Wijaya mengatakan, hal itu terjadi karena berkurangnya aktivitas di luar rumah.
"Tapi setelah 2 Juni 2020 kembali normal semua pelayanan ada kenaikan. Kenaikan juga menjadi 20 persen dari sebelumnya," katanya Selasa (23/6/2020).
Diky mengatakan, niat baik masyarakat Kepri dalam memberikan pajak objek kendaraan sudah cukup baik.
Bahkan, kata dia, penerimaan daerah 2019 melebihi target.
"Artinya, masyarakat sudah paham peruntukan pajak. Yakni dari masyarakat ke masyarakat untuk pembangunan," tambahnya.
• Kini Warga Batam Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Bisa Panggil Petugas BP2RD
Saat ini, ada sekitar 1,2 juta kendaraan di wilayah Provinsi Kepri, baik roda dua ke atas.
Diky mengatakan, memang masih banyak tunggakan pajak.
Meski begitu, penerimaan pajak dari sektor lain lumayan meningkat.
"Memang dari target retribusi pajak 2018 dan 2019 melampaui target pajak. Hanya saja, ada kendaraan yang tak taat pajak," katanya
Saat ini, ada lima jenis penerimaan. Pertama pajak kendaraan bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), pajak bahan kendaraan bermotor (PBB-KB), pajak air permukaan, dan pajak rokok.
"Yang paling dominan yang besar adalah masih PKB," kata Dicky.
Secara keseluruhan target pajak PKB, BBN-KB, PBB-KB, pajak air permukaan, dan pajak rokok 2019 adalah Rp 1.095.827.283.169 dan terealisasi Rp 1.183.695.941.422. Ada kenaikan Rp.87.868.658.253 atau 108,02 persen.
Dengan rincian untuk perolehan PKB Rp 400.206.260.564 dan terealisasi Rp 408.217.404.021. Ada kenaikan Rp 8.011.143.457 atau 102 persen.
Untuk perolehan BBN-KB Rp270.555.161.791 dan terealisasi Rp 324.044.886.000. Ada kenaikan Rp 53.489.724.209 atau 119,77 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/17012020diky-wijaya.jpg)