Senin, 13 April 2026

Heboh Hujan Buatan di Batam Hingga Singapura, Begini Proses Terjadinya Hujan Buatan dan Manfaatnya

Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas l Hang Nadim Batam Suratman menjelaskan, hujan dibuat dengan proses fisika.

TRIBUNBATAM.id
ILUSTRASI / Sambaran petir tersebut muncul bersahut-sahutan di tengah hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah Tanjungpinang. 

TRIBUNBATAM.id - Belakangan ini Kota Batam dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Beberapa orang meyakini, hujan yang kerap mengguyur Kota Batam karena adanya hujan buatan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun angkat bicara soal hujan buatan ini.

Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas l Hang Nadim Batam Suratman menjelaskan, hujan dibuat dengan proses fisika.
Hujan buatan ini dibuat oleh manusia dengan teknik menambahkan curah hujan.

Cara membuat hujan ini adalah dengan penyemaian awan atau yang dikenal dengan cloud seeding.

Cloud seeding ini membuat awan menggumpal dan di semai sehingga akan memberikan efek berupa turun hujan.

BMKG Angkat Bicara Soal Heboh Hujan Buatan di Batam hingga Singapura: Ada Awan Baru Dipancing

Kisah Bidan Disekap Dalam Angkot Selama 4 Jam, Diceramahi hingga Diberi Ongkos Pulang

"Misalnya, di atas langit permukaan Dam Duriankang ada gumpalan awan rendah. Nah, pada kondisi ini disuntikan suatu zat. Sehingga, awan itu turun menjadi cairan air yang disebut hujan. Dan kondisi ini pun, efektif hanya satu jam saja. Nah untuk awan yang tinggi dipakai cairan garam. Jadi hujan buatan bukan seluruh Batam ini hujannya. Tapi ada titik tertentu saja yang awannya lebih banyak," jelas Suratman.

Ia meminta agar masyarakat tidak terkecoh dengan isu hujan buatan. Sebab kata Suratman, efek hujan ini pasti ada banjir.

Jangan sampai ada judul hujan buatan lalu ada banjir, yang disalahkan adalah orang mengundang hujan buatan.

"Jadi tidak seperti itu. Ada awan baru dipancing. Juga tidak ada hubungannya dengan pawang hujan. Karena hujan buatan adalah ilmiah secara fisika. Jadi masyarakat tahu juga. Jangan nanti banjir, lalu disalahkan yang undang hujan buatan. Bukan begitu konsepnya," ujarnya.

Ia mengatakan, Juni ini memang curah hujan cukup tinggi di Kepri. Sebab kata dia, penyebabnya ada pergeseran cuaca.

Puncak hujan sedianya adalah Mei lalu. "Tapi bergeser ke Juni ini. Hari ini (Selasa) arah angin dominan dari Selatan dan Barat daya ke Utara. Kecepatan angin antara 5-30 km/jam.Temperatur 23-30 derajat, masih kondusif bagi dunia penerbangan," terangnya.

Cara Membentuk Hujan Buatan

Dikutip Tribunbatam.id dari ilmugeografi.com, begini cara manusia membentuk hujan buatan.

Kemudian pemilihan awan yang memiliki kandungan air yang cukup banyak.
Hal ini berfungsi agar massa yang ditambahkan cukup untuk menurunkan hujan ke permukaan Bumi yang memberikan dampak positif bagi kehidupan makhluk hidup.

Manfaat Hujan Buatan

Semua jenis hujan mempunyai kebermanfaatan masing- masing meskipun hanya sedikit saja.

Tak terkevuali dengan hujan buatan. Manusia rela membuat hujan buatan untuk memenuhi tujuan tertentu. dengan kata lain hujan buatan ini pastilah mempunyai manfaat. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved