TRIBUN WIKI
Mengenal Blighted Ovum Alias Hamil Kosong, Sel Telur Telah Dibuahi Gagal Menjadi Janin
Hamil kosong atau Blighted Ovum merupakan kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi dan menempel di dinding rahim tidak mau berkembang menjadi janin
TRIBUNBATAM.id - Hamil kosong atau blighted ovum (BO) merupakan kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi dan menempel di dinding rahim tidak mau berkembang menjadi janin.
Kondisi ini merupakan salah satu bentuk keguguran dan merupakan 80 persen penyebab dari keguguran di awal kehamilan.
Keguguran yang disebabkan oleh blighted ovum biasanya terjadi di usia kehamilan kurang dari 10 minggu.
Dalam kehamilan normal, janin seharusnya sudah terbentuk di usia kehamilan 7-8 minggu.
Sementara pada kasus BO, yang terbentuk hanyalah berupa kantong kehamilan.
• APA Itu Infeksi Listeria? Gejala Mirip Keracunan Makanan dan Berakibat Fatal Bagi Ibu Hamil & Bayi
• DERETAN Makanan Tinggi Purin, Penderita Asam Urat Patut Waspada
Apabila dokter menemukan BO di usia kehamilan 7 hingga 8 minggu, maka mereka akan menyarankan untuk memeriksakan kembali sekitar 10 hari ke depan.
Jika memang kantong kelahiran saja yang terbentuk, dokter akan mendiagnosis ini sebagai BO.
Dalam pemeriksaan USG, pada blighted ovum akan tampak kantong kehamilan (bagian bewarna hitam) tanpa adanya pertumbuhan janin di dalamnya.
Padahal seharusnya, di usia 7 minggu kehamilan, janin sudah harus ada di dlam kantong kehamilan.
Penyebab blighted ovum
Melansir buku 9 Bulan Menjalani Kehamilan dan Persalinan & Persalinan yang Sehat (2019) karya dr. Irfan Rahmatullah, Sp.OG dan dr. Nurclolid Uman Kurniawan, M.Sc. Sp.A, keguguran yang terjadi pada kasus BO ini disebabkan oleh kelainan di tingkat struktur kromosom.
Kelainan di tingkat sel ini diduga karena hasil kehamilan yang terjadi berasal dari kualitas sperma atau sel telur atau kedua-duanya yang tidak bagus.
BO bisa terjadi berulang di kehamilan berikutnya, jika hasil pembuahan yang terjajdi berasal dari sperma dan sel telur yang kurang baik lagi.
Cara mengatasi
Jika BO ini disebabkan oleh kualitas sperma atau sel telur yang tidak baik, maka cara yang paling masuk akal untuk mencegahnya kembali terjadi tidak lain adalah memperbaiki kualitas sperma dan sel telur pasangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sperma_20170120_005113.jpg)