Breaking News:

Malaysia Minta ASEAN Cari Solusi Krisis Penghuni Rohingnya, Mengaku Tak Mampu Tampung Pengungsi Lagi

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin meminta ASEAN untuk menanggulangi krisis penghuni Rohingnya

Editor: Anne Maria
Associated Press
Anak-anak perempuan Rohingya mengantre untuk mendapatkan air di kamp-kamp pengungsi di Teknaf, Bangladesh, pada Desember 2016. Anak perempuan Rohingya terpaksa menikah di usia dini demi mendapat jatah bantuan makanan. 

TRIBUNBATAM.id, MALAYSIA- Krisis penghuni Rohingnya masih terus terjadi.

Baru-baru ini, Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin meminta ASEAN untuk menanggulangi krisis tersebut.

Dia juga meminta Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) untuk bekerja sama dengan ASEAN untuk mempercepat proses pemukiman bagi pengungsi Negara Bagian Rakhine ini.

"Apa yang kita lakukan di Asean untuk saling membantu dalam menemukan solusi yang efektif untuk Negara Rakhine?" kata Muhyiddin, dikutip dari New Straits Times

Dengan tegas PM Malaysia mengatakan tidak lagi bisa menampung pengungsi.
Istana resmi menunjuk Muhyiddin sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia yang baru dan menggantikan Mahathir Mohamad.
Istana resmi menunjuk Muhyiddin sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia yang baru dan menggantikan Mahathir Mohamad. (Strait Times)

Muhyiddin menjelaskan bahwa sumber daya dan kapasitas sudah mulai berkurang, terlebih di tengah wabah corona ini.

Dia merasa Malaysia diperlakukan tidak adil karena semuanya berharap Negeri Jiran mau berbuat lebih untuk pengungsi.

"Meskipun Malaysia tidak menjadi Pihak pada Konvensi Pengungsi 1951 dan Protokol 1967 Terkait Status Pengungsi, kami telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi Rohingya, dan para pengungsi lain dari Myanmar."

"Tapi situasi ini tidak bisa berlanjut selamanya," jelas Muhyiddin.

Menurutnya Malaysia secara konsisten telah mengadvokasi krisis warga Rohingnya di Negara Bagian Rakhine.

Begini Cara untuk Dapatkan Manfaat Optimal Air Kelapa Bagi Kesehatan dan Kecantikan

Turis Sebaiknya Tidak Lakukan 6 Hal Ini Saat Wisata ke India, Minta Daging Sapi & Dorong Pengemis

Warga rohingya dievakuasi menggunakan mobil tahanan polisi ke tempat penampungan sementara di bekas kantor imigrasi Peunteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Rabu (27/2/2013). 121 warga rohingnya itu yang tedampar di lepas pantai kawasan desa Cot Trueng, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara telah mendapat bantuan dari warga setempat. (Serambi INDONESIA/ZAKI MUBARAK)
Warga rohingya dievakuasi menggunakan mobil tahanan polisi ke tempat penampungan sementara di bekas kantor imigrasi Peunteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Rabu (27/2/2013). 121 warga rohingnya itu yang tedampar di lepas pantai kawasan desa Cot Trueng, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara telah mendapat bantuan dari warga setempat. (Serambi INDONESIA/ZAKI MUBARAK) (Serambi Indonesia/Zaki Mubarak)

Para warga ini sangat rentan dengan kejahatan lintas batas seperti perbudakan, penyelundupan, serta perdagangan manusia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved