Erick Thohir Angkat WNA Jadi Direksi BUMN, Mahasiswa Kepri Minta Presiden Pecat sang Menteri

Kordinator Mahasiswa Kepulauan Riau, Marselinus Taufan Wesa kepada Tribun Batam mengatakan bahwa keputusan yang di buat Erik Tohir seolah bangsa Indon

Editor: Eko Setiawan
Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir 

Mahasiswa Kepri Minta Menteri BUMN di Pecat

TRIBUNBATAM.id, BATAM -- Gabungan Mahasiswa kepulauan dari Berbagai universitas dan sekolah tinggi yang ada di Provinsi Kepri menolak kebijakan yang di buat oleh menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erik Tohir yang mengangkat Warga Negara Asing menjadi direksi dan komisaris BUMN.

Kordinator Mahasiswa Kepulauan Riau, Marselinus Taufan Wesa kepada Tribun Batam mengatakan bahwa keputusan yang di buat Erik Tohir seolah bangsa Indonesia kekurangan sumberdaya manusia.

"Apakah Indonesia sudah kekurangan orang-orang hebat, sehingga pak Erik menunjuk WNA?," Tanya Marselinus pada Minggu.

2 Sekolah Negeri di Batam Tidak Punya Gedung Sendiri, Sampai Kapan Mereka Harus Menumpang?

Kini Masyrakat Anambas Sudah Bisa Ubah Status di KTP, Disdukcapil Terus Lakukan Sosialisasi

Ternyata Masker Lidah Buaya Bisa Mencerahkan Kulit Wajah, Ini Tipsnya

Marselinus mengatakan tindakan yang di ambil oleh Erik  seolah tidak  percaya dengan kemampuan anak bangsa yang dimana dirasanya bisa bersaing dan berkompetisi serta memajukan BUMN yang ada.

"Ini adalah langkah mundur dan blunder bagi bangsa ini dan bagi Pemerintahan Jokowi," tegasnya.

Lanjutnya dengan penunjukan WNA sebagai direksi dan komisaris BUMN  tidak menjamin dapat memajukan usaha milik negara itu.

Marelselinus meminta  agar direksi dan komisaris yang di tujuk agar dilepaskan atau di pecat dari jabatannya.

"Pecat Erick Thohir, menteri yang bermental Inferior dan membiarkan BUMN dikelola orang asing," ujarnya.

UPDATE Data Corona di 10 Provinsi Sumatera Minggu (28/6) Sore, Sumsel, Sumut, dan Sumbar Tertinggi

Sebelum Terjadi Baku Hantam Lawan Militer India, China Kirim Petarung ke Area Perbatasan

Ia menyatakan pihaknya akan terus melakukan konsolidasi dan gerakan penolakan terhadap kebijakan Mentri BUMN yang mengangkat WNA menjadi direksi dan komisaris BUMN.

"Kami akan terus melakukan konsolidasi kepada jaringan mahasiswa yang ada di Kepri dan Indonesia," sebutnya.

Gerakan mahasiswa Kepri tersebut terdiri dari beberapa kampus yang di di Kepri yakni Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Sekolah Tinggi Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Ali Haji Tanjungpinang, POLTEKES Tanjungpinang, Sekolah Tinggi Agama Islam Sultan Abdur Rahman (STAI SAR) , STIE Pembangunan (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Tanjungpinang, UNRIKA (Universitas Riau Kepulauan) Batam, Universitas Ibnu Sina Batam dan Universitas Putera Batam.(TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved