ANGIN PUTING BELIUNG DI ANAMBAS
Rumah Warga Siantan Timur Rusak Dihantam Angin Kencang, Abdul Hakim Mengungsi ke Rumah Keluarga
Kerusakan rumah warga itu cukup berat. Pemerintah Daerah melaui BPBD akan membantu perbaikan atap rumah yang rusak itu.
Maka dari itu perlu meningkatkan peran relawan dalam kegiatan penanggulangan.
Rusak Rumah Penduduk
Angin puting beliung dan ombak besar menjadi bencana alam yang paling banyak merusak rumah penduduk.
Data dari Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Daerah (Bakesbangpol dan PBD) Kabupaten Kepulauan Anambas per Juli 2019, ada 4 rumah yang rusak terkena amukan alam ini.
Tidak hanya itu, potensi tanah longsor dan kebakaran juga rawan terjadi di Anambas.
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, SH menghadiri rapat koordinasi Nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Sentul International Convention Center (SICC), Selasa (4/2/2020).
Rapat koordinasi tersebut diikuti seluruh Bupati dan Walikota se-Indonesia, Gubernur se-Indonesia, BPBD se-Indonesia, PMI, Basarnas, Pramuka, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) serta TNI Polri.
Acara itu dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Dalam sambutannya Jokowi menyampaikan pesan kepada seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Indonesia untuk menyusun rencana secara kontijensi.
"Saya harap seluruh BPBD se-Indonesia menyusun rencana secara kontijensi, membuat tata ruang berbasis bencana, melakukan pendekatan kolaboratif (pentahelix) bersama masyarakat dan stakeholder," pesannya pada penyampaian pidato kepada seluruh tamu yang hadir.
Peningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan bersinergisitas baik itu di TNI Polri, pusat maupun daerah, menurutnya menjadi hal yang tidak kalah penting dalam meminimalisir dampak korban terkait potensi bencana alam di daerah masing-masing.(TribunBatam.id/Rahma Tika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/rumah-warga-desa-serat-rusak-dihantam-angin-kencang.jpg)