Reaksi Refly Harun Tahu Jokowi Jengkel akan Kinerja Menteri: Cobalah Cari Orang-orang Tulus & Lurus
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menyampaikan kritiknya terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru-baru ini merasa kesal dengan para menterinya.
Hal itu lantaran Jokowi melihat tidak ada perubahan yang signifikan dilakukan para menteri terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.
Melihat hal tersebut, pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menyampaikan kritiknya terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.
Menurut Refly, dalam pemerintahan Jokowi, sering kali orang-orang terbaik justru disingkirkan.
Orang-orang yang memiliki konsep yang baik, bekerja lurus malah kemudian tidak terpakai.
"Cobalah cari orang-orang yang tulus, orang-orang yang lurus, orang-orang yang mau bekerja keras yang tidak memburu rente ketika menjabat," ujar Refly, seperti dikutip dari tayangan yang diunggah di kanal YouTube-nya, Senin (29/6/2020).
Namun, lanjut Refly, kalau ada kontrak-kontrak politik yang belum selesai memang gawat, presiden akan senantiasa terbelenggu.
Sebab, bisa saja misal partai A berutang atau berpiutang, sehingga presiden harus melunasi utangnya terlebih dahulu.
"Bisa nggak kita sebagai bangsa dan negara sudah lah anggap saja semua yang sudah digelontorkan itu entah itu keringat jasa, uang dan sebagainya untuk kebaikan republik dan kita sudah menerima, Presiden Jokowi sudah terpilih" ungkap Refly.
Menurut Refly, sekarang saatnya, Presiden Jokowi mengerahkan segenap tenaga untuk merealisasikan mimpi tentang Indonesia.
Mimpi tentang pembangunan sumber daya manusia yang luar biasa di sisa masa jabatannya.
• PROFIL William Wongso, Duta Kuliner Indonesia yang Jadi Mentor Gordon Ramsay Masak Rendang
• Akhir Kisah Tukang Bakso Cuanki Setelah Aksi Meludahi Mangkuk Bakso Dagangannya
Meski Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19 yang menyebabkan bangsa terpuruk.
Tapi, menurut Refly, presiden harus menunjukkan kepemimpinan yang kuat.
"Harus menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa, tidak boleh anti kritik berani merekrut orang-orang terbaik."
"Tidak boleh ditunggangi free rider, penunggang-penunggang gelap yang menumpuk kekuasaan dan uang di Istana," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/21-4-2020-refly-harun.jpg)