Senin, 1 Juni 2026

Reaksi Refly Harun Tahu Jokowi Jengkel akan Kinerja Menteri: Cobalah Cari Orang-orang Tulus & Lurus

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menyampaikan kritiknya terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.

Tayang:
kompas
Refly Harun Beri reaksi atas kejengkelan Jokowi pada jajaran menterinya 

Refly berharap, Jokowi benar-benar menunjukkan determinasi yang baik di sisa jabatannya.

"Saya berharap presiden Jokowi meninggalkan legacy yang patut kita kenang, sistem ketatanegaraan yang jauh lebih baik, fundamen-fundamen ekonomi, politik, hukum yang lebih baik," ucap dia.

Mengapa Penyu Makan Sampah Plastik di Laut? Ternyata Ini Alasannya

KINI Jadi Kebiasaan Selama Pandemi, Simak Sejarah Cuci Tangan, Sempat Ditentang Selama Seabad

Pertaruhkan Reputasi Politik hingga Ancaman Reshuffle

Presiden Jokowi meluapkan kejengkelannya kepada para menteri dan anggota kabinet dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Kamis (18/6/2020).

Bahkan, Jokowi menyebut tak ada kemajuan yang signifikan dari kinerja para menteri terkait penanganan Covid-19.

"Saya harus ngomong apa adanya nggak ada progres yang signifikan, nggak ada," tegas Jokowi.

Dalam pidatonya itu, Jokowi seakan tak bisa menutupi rasa kecewanya kepada para menteri.

Nada bicara Jokowi pun beberapa kali sempat meninggi.

Ruben Onsu Singgung Soal Raffi Ahmad Pakai 1 Akun Instagram Bareng Nagita Slavina: Gue Itu Gaptek

266 Calon Siswa tak Tertampung di SMPN 27 Sei Pelenggut Sagulung Batam

Dia menilai, saat ini masih banyak para menteri yang bekerja biasa-biasa saja di masa krisis seperti sekarang ini.

"Jangan biasa-biasa saja, jangan menganggap ini normal, bahaya sekali," ujar Jokowi.

Menurut dia, di masa krisis seperti sekarang ini, dibutuhkan kerja keras yang ekstra luar biasa, termasuk dalam pengambilan keputusan atau kebijakan.

"Ini kerjanya memang harus extraordinary, perasaan ini tolong sama."

"Jadi tindakan-tindakan kita, keputusan-keputusan kita, kebijakan-kebijakan kita suasananya adalah harus suasana krisis."

"Jangan kebijakan yang biasa-biasa saja menganggap semua ini kenormalan, apa-apaan ini," tegasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved