Berduaan di Dalam Rumah, Sepasang Muda-mudi di Karimun Digerebek Warga, Mengaku Masih Keluarga
Ketika didatangi warga, Ar sedang tidak memakai baju dan bercelana pendek. Sedangkan teman perempuannya Se (18) sedang tiduran di dalam rumah
Bukannya berdiam diri di tempat tinggalnya sendiri karena kondisi Covid-19, seorang imigran asal Afghanistan di Bintan malah tidur di rumah seorang janda beranak satu.
Alhasil, kena gerebek warga. Penggerebekan dilakukan warga RT 01/RW 05 Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Selasa (21/4/2020) sekitar pukul 01.00 WIB.
Awalnya warga curiga, karena pencari suaka ini lalu lalang ke rumah seorang tetangganya yang menyandang status janda. Padahal, di tengah pandemi virus Corona pemerintah daerah menganjurkan harus tetap di rumah.
Namun pria ini malah bolak-balik di seputaran permukiman warga, sehingga wargapun geram.
Pasalnya, kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu sudah berani tidur satu kamar tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah. Wargapun akhirnya sepakat melakukan penggerebekan di rumah janda muda itu.
• Sempat Sulit Dicari, Cabai Merah saat Ini Sudah Tersedia di Anambas, 1 Ons Rp 10 Ribu
Diketahui, pencari suaka asal Afghanistan ini tinggal di hotel Bhadra Resort. Iapun nyaris menjadi bulan-bulanan warga karena perbuatan tak patutnya itu.
Saat digerebek warga, pria itu ditemukan tertidur pulas di rumah janda muda tersebut. Hal itu dibenarkan oleh Ketua RT 01/RW 05 Kelurahan Kawal, Rina.
"Ya benar, dini hari warga melakukan penggerebekan terhadap seorang pencari suaka. Saat digerebek pria itu lagi tidur telungkup di dalam kamar R," terangnya, Selasa.

Setelah mendapat informasi itu, Rina langsung menghubungi pihak hotel Bhadra agar pencari suaka itu segera dijemput.
"Sebab dirinya khawatir warganya yang saat itu emosinya tengah memuncak tidak dapat dikontrol dan memukulinya," ungkapnya.
Dengan adanya kejadian itu, Rina sebagai Ketua Rt setempat meminta kepada pihak hotel Bhadra untuk tidak memberikan izin kepada pencari suaka keluar di malam hari.
"Kepada warga, saya imbau untuk tidak mudah menerima orang yang belum dikenal, apalagi orang asing yang tidak memiliki identitas diri," tutupnya.
(tribunbatam.id/Elhadif Putra/Alfandi Simamora)