Kamis, 4 Juni 2026

KISRUH PPDB DI BATAM

Ribut Soal PPDB di SMAN 3 Batam, Komisi IV DPRD Minta Orang Tua Menahan Diri

Politisi Golkar ini meminta agar Wali Kota Batam HM Rudi segera memberitahukan hal tersebut ke Plt Gubernur Kepri Isdianto untuk dicari solusinya

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
Puluhan orangtua mendatangi kantor Walikota Batam mengadukan nasib anak mereka yang tak bisa masuk dalam PPDB online di SMAN 3 Batam, Selasa (7/7/2020). 

Puluhan orangtua yang anaknya tidak masuk dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 1 Batam mendatangi sekolah tersebut, Selasa (7/7/2020) pagi.

Mereka mempertanyakan kondisi anaknya yang terlempar dari radius zonasi hingga nama hilang dari daftar.

Bahkan mereka menilai ada kejanggalan dalam jalur penerimaan PPDB.

Sala satu orangtua warga Tiban Palem, Misi mengaku keheranannya karena semula nama anaknya masih terdaftar sebagai peserta yang masuk dalam jarak radius, namun saat daftar ulang namanya hilang.

"Kemarin nama anak saya masih masuk, dua hari kemudian tergeser dan hilang," ujarnya kesal.

Tidak hanya Misi, orangtua lainnya juga mempertanyakan hal yang sama.

Mereka menuntut agar pihak sekolah dapat transparan dalam PPDB.

"Setidaknya kami meminta solusi, gimana nasib anak kami. Kalau harus masuk swasta, jujur keuangan kami tak sanggung," kata Desi, orangtua calon murid dengan nada keras.

Orangtua Siswa Juga Datangi SMAN 3 Batam

Hal senada juga dialami Yohanes warga Perumahan Bukit Raya, Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota bersama puluhan wali murid lainnya.

Mereka mendatangi SMAN 3 Batam, Senin (6/7/2020) untuk menanyakan nasib anaknya yang ikut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online sejak 29 Juni 2020 hingga 3 Juli 2020 lalu.

"Nama anak saya hingga hari ke tiga masih ada di website tetapi hari selanjutnya hilang," ujarnya

Yohanes mengatakan, saat nama anak perempuannya hilang dari website ia langsung mendatangi SMAN 3 yang tak jauh dari rumahnya

"Kemaren kata sekolah waktu saya tanya katanya karena sistem sehingga anak saya terbuang namanya," ujarnya.

Yohannes menuturkan untuk di hari ke tiga anaknya bersama beberapa nama lain yang jarak rumah ke sekolah sekitar 1006 meter tetap bertahan di website pengumuman

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved