WN Prancis Cabuli 350 Anak Indonesia, Semua Korbannya Anak-anak Jalanan
Juliari memastikan pihaknya siap menampung anak-anak yang menjadi korban eksploitasi seksual Frans.
TRIBUNBATAM.id, KEBAYORAN BARU - Warga Negara Asing (WNA) Asal Prancis menjadi pembahasan di Indonesia kali ini.
Pasalnya, ia melakukan pencabulan terhadap anak di Indonesia dengan jumlah yang fantastis.
Mengerikan lagi, para korban diketahui anak-anak jalanan.
Menteri Sosial Juliari Batubara mengaku prihatin atas kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan warga negara Prancis, Francois Abello Camille alias Frans (65).
• Permintaan Sepeda Lipat Meningkat, Polygon Akhirnya Keluarkan Seri Baru, Harganya Cuma Rp 4 Juta
• Being a First Class, Batams Hang Nadim Airport Has the Longest Runway in Indonesia
• Miliki 12 Program Studi, Simak Profil dan Sejarah Universitas Internasional Batam
Menurut dia, perlu ada upaya serius untuk mencegah kasus serupa terulang kembali.
"Saya kira kami sangat prihatin. Kita baru saja mendengar beberapa waktu lalu, dan terulang kembali. Saya rasa harus ada upaya serius buat menangani atau pencegahan," kata Juliari di Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2020).
Frans diduga telah mencabuli 305 anak di bawah umur. Mayoritas adalah anak jalanan.
Namun, sementara ini, polisi baru mengindentifikasi 17 anak perempuan yang menjadi korban.
• Terlalu Banyak Minum Air Putih Berbahaya bagi Tubuh, Kenali Tanda-tanda Overhidrasi
• Guru SD Diperkosa dan Dibunuh Tetangganya Sendiri, Mayatnya Dimasukan ke Dalam Ember
• Masak Apa Malam Ini? Tumis Udang Pasta Tomat Pedas Lezat Ini Bisa Jadi Pilihan
"Kami siap untuk menampung korban apabila diperlukan rehabilitasi. Tentunya apabila diberikan mandat rehabilitasi, kami siap," ujar Juliari.
Sebelum melakukan eksploitasi seksual, Frans mengiming-imingi korbannya untuk menjadi foto model.
Frans pun membekali diri dengan kamera profesional. Ia juga menyewa kamar hotel yang didekorasi layaknya studio pemotretan.
"Tersangka membujuk anak-anak dengan ditawari jadi foto model," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana.
Di dalam hotel, Frans awalnya melakukan pemotretan seperti biasa. Ia berlaga bak fotografer profesional.
Namun, setelah sesi pemotretan berakhir, Frans memaksa korban melayaninya berhubungan intim.
"Tersangka juga memberikan imbalan antara Rp 200 ribu sampai Rp 1 juta," jelas Nana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/24-12-2019-wakil-bupati-tersangka-pencabulan.jpg)