Minggu, 26 April 2026

2 Perampok Sadis Tewas Ditembak Polisi, Mereka Spesialis Perampok Rumah Mewah

Hasil penyelidikan, emas tersebut merupakan milik korban yang baru saja dibobol rumahnya di Jalan Tegalsari 16 Surabaya tepat sebelum kedua pelaku dil

Editor: Eko Setiawan
istimewa Tribunnews.com
Residivis berinisial AR (42) yang baru keluar dari penjara lewat program asimilasi dari Pemerintah, ditembak mati anggota Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara di Jalan R. E. Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (18/4/2020) malam. 

Hasil pemeriksaan sementara, tersangka Budi Prakoso dan Antoni telah beraksi lintas provinsi. Yakni di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur khususnya di Kota Surabaya.

Dua penjahat kelas kakap yang ditembak mati karena berusaha melawan saat ditangkap.

"Iya dua orang dilakukam tindakan tegas terukur," ujar salah satu sumber di internal kepolisian.

Kasus pencurian di rumah mewah itu telah terjadi di wilayah Rangkah Surabaya. Lalu, percobaan perampokan di wilayah Dharmahusada dan dua rumah di wilayah Tegalsari Surabaya dalam minggu ini.

Penangkapanan tersangka dilandasi saat menyatroni dua rumah mewah di Jalan Musi dan Jalan Tegalsari Surabaya, Minggu (12/7/2020) pagi.

Polisi yang mengidentifikasi pembobol rumah nyanggong di beberapa akses jalan di perumahan mewah. Ketika pelaku masuk di kawasan rumah mewah di wilayah Tegalsari mencurigai.

Tak pelak, anggota Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya yang sudah stand by membuntuti para pelaku karena ulahnya mencurigakan. Merek ditengarai hendak melakukan aksinya di wilayah Dharmahusada Surabaya usai beraksi di wilayah Tegalsari itu.

"Jadi anggota sempat berpapasan dengan para pelaku. Karena mencurigakan didekati. Ketika dihampiri mereka semburat dan mencoba melawan dengan menggeber motor dan membuang barang bukti. Terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur," ujar sumber internal kepolisian.

Saat penangkapan, ada empat orang pelaku menggunakan motor sedangkan satu orang lainnya menunggu di sebuah hotel wilayah Sidoarjo.

"Total lima orang, yang kerja empat orang dan satunya menunggu di hotel wilayah Sedati, Sidoarjo," tandasnya.

Polisi memastikan, saat ini baru dua orang yang diringkus sedangkan tiga tersangka lain masih dalam pengejaran.

"Dua orang terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur, karena melawan saat hendak ditangkap. Sementara kami masih melakukan pengejaran terhadap komplotan ini," beber Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhony Eddison Isir, Senin (13/7/2020).

Hasil identifikasi polisi, komplotan ini sejak Januari lalu berada di wilayah Surabaya dan ada tujuh TKP yang teridentifikasi.

"Kemungkinan banyak TKP-nya, namun ada yang masih percobaan pembobolan.
Masih kami dalami dan kembangkan. Sasarannya rumah kosong, mereka menggunakan motor saat beraksi," tandasnya.

Sesuai catatan yang ada, sejak Jumat (10/7/2020) hingga Minggu (12/7/2020) sudah ada empat laporan mengenai aksi kejahatan tersebut.

Terbaru, dua rumah mewah di wilayah Tegalsari Surabaya jadi sasaran para bandit.

Kerugian dari aksi kejahatan tersebut disinyalir mencapai ratusan juta rupiah.
Kini pelaku berjumlah lima orang itu telah diringkus polisi.

Diberitakan sebelumnya, Sebuah rumah mewah bergaya Hindia Belanda di Jl Musi, Surabaya, diobok-obok kawanan bandit, Minggu (12/7/2020) sore.

Ternyata, di hari yang sama, pagi harinya, sebuah rumah di Jl Tegalsari juga bernasib sama.

Dua rumah ini masuk dalam wilayah hukum Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu I Made Sutayana mengatakan, di Jl Tegalsari, pelaku berhasil membawa kabur perhiasan senilai Rp120 juta.

Meski masih melakukan penyelidikan, I Made Sutayana menduga pelaku adalah residivis.

Dugaan itu muncul karena dari pola aksinya, pelaku cenderung memahami karakter lingkungan dan situasi objek sasaran rumah yang hendak disatroninya.

Yakni memilih karakteristik rumah yang cenderung dekat tata letaknya dengan akses jalan utama; jalan utama atau jalan raya.

Selain itu, rumah dalam keadaan kosong tak berpenghuni, atau penghuni sedang bepergian.

"Dua rumah itu dibobol saat kosong. Ini kan masih analisa dari polrestabes. Kalau saya analisa ya pelakunya residivis," ungkapnya.

Kendati demikian I Made Sutayana masih terus berkoordinasi dengan Satreskrim Polrestabes Surabaya guna mengidentifikasi profil para pelaku rampok, lalu mengejarnya.

"Tapi ini juga menunggu dari polrestabes, apakah ada temuan temuan baru (hasil identifikasi) atau tidak," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul 2 Perampok Rumah Mewah Ditembak Mati Polisi, Emas Batangan Ditemukan di Kantong Celana Pelaku

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved