2 Perampok Sadis Tewas Ditembak Polisi, Mereka Spesialis Perampok Rumah Mewah
Hasil penyelidikan, emas tersebut merupakan milik korban yang baru saja dibobol rumahnya di Jalan Tegalsari 16 Surabaya tepat sebelum kedua pelaku dil
TRIBUNBATAM.id, Surabaya - Dua pelaku perampok rumah mewah tewas ditembak polisi di Surabaya.
Kedua pelaku tewas ditembak karena hendak mengulangi aksinya melakukan perampokan disebuh Rumah mewah.
Sejauh ini, kedua mayat korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk nantinya akan diserahkan kepihak keluarga.
• Puluhan Tahanan Wanita Mendadak Hamil, Padahal Tidak Ada Pria Disana, Fakta Dibaliknya Mengejutkan
• Puluhan Tahanan Wanita Mendadak Hamil, Padahal Tidak Ada Pria Disana, Fakta Dibaliknya Mengejutkan
• Ngaku Bisa Cabut Susuk, Dukun Gadungan Cabuli Janda, Anak Korban Dengar Suara-suara Intim
Aparat Polrestabes Surabaya menembak mati anggota komplotan perampok rumah mewah di Surabaya.
Keduanya ditembak mati saat akan mengulangi aksinya di Surabaya.
Dua terduga pembobol rumah mewah ini adalah BP (53) warga Jl Sabeni, Kebun Melati, Jakarta Pusat dan An (59), warga Perum Regency Melati Mas Pondok Jagung Serpong, Tangerang Banten.
Pelaku menyembunyikan golok di punggungnya dan emas batangan di saku.
TribunJakarta.com mengutip Surya.co.id terkait dengan aksi penangkapan pelaku.
Melawan Saat Ditangkap
Aksi pembobolan rumah mewah di Surabaya beberapa waktu terakhir begitu meresahkan.
Tercatat, sejak Jumat (10/7/2020) hingga Minggu (12/7/2020) sudah ada empat informasi dan laporan mengenai aksi kejahatan tersebut.
Terbaru, dua rumah mewah di wilayah Tegalsari Surabaya jadi sasaran para bandit.
Kerugian dari aksi kejahatan tersebut disinyalir mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun SURYA.CO.ID, pelaku yang diduga lebih dari tiga orang itu telah diringkus polisi.
Bahkan, dua di antaranya ditembak mati polisi karena diduga berusaha melawan saat ditangkap.
"Iya dua orang dilakukan tindakan tegas terukur,"ujar salah satu sumber internal kepolisian.
Dikonfirmasi, Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Kurnia Putra membenarkan.
"Iya benar, nanti akan kami rilis," singkatnya.
Bakal Beraksi Lagi
Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya bahkan sempat mengikuti para pelaku yang ditengarai hendak melakukan aksinya di wilayah Dharmahusada Surabaya usai beraksi di wilayah Tegalsari itu.
"Jadi anggota sempat berpapasan dengan para pelaku. Karena mencurigakan itu didekati. Saat dihampiri mereka semburat dan mencoba melakukan perlawanan dengan menggeber motor dan membuang barang bukti. Terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur," ujar sumber internal kepolisian.
Saat penangkapan, ada empat orang pelaku menggunakan sepeda motor, sedangkan satu orang lainnya menunggu di sebuah hotel wilayah Sidoarjo.
"Total lima orang, yang kerja empat orang dan satunya menunggu di hotel wilayah Sedati, Sidoarjo," tandasnya.
Hingga saat ini, belum ada rilis resmi terkait perburuan pelaku pembobolan rumah mewah di beberapa tempat di Surabaya itu.
Polisi Tahan 3 Tersangka
Selain dua orang yang ditembak mati, polisi juga telah menahan tiga tersangka lain.
Mereka adalah kelompok pencurian rumah mewah yang beroperasi di sejumlah daerah di Surabaya.
Seperti diketahui, beberapa minggu terakhir wilayah Surabaya diobok-obok pelaku kejahatan spesialis bobol rumah mewah.
Aksi kejahatan meresahkan itu pun menjadi perhatian kepolisian.
Tercatat, sejak Jumat (10/7/2020) hingga Minggu (12/7/2020) sudah ada empat informasi dan laporan mengenai aksi kejahatan tersebut.
Terbaru, dua rumah mewah di wilayah Tegalsari Surabaya jadi sasaran para bandit.
Kerugian dari aksi kejahatan tersebut disinyalir mencapai ratusan juta rupiah.
Tak butuh waktu lama, kepolisian kemudian berhasil mengidentifikasi pembobol rumah tersebut.
Temuan Emas Batangan
Dua pembobol rumah yang tewas ditembak polisi, menyibak rentetan aksi pembobolan di beberapa rumah mewah di Surabaya.
Dari dua tersangka yang tewas, yakni Budi Prakoso (53) warga Jalan Sabeni, Kebun Melati, Jakarta Pusat, serta Antoni (59) warga Perum Regency Melati Mas Pondok Jagung Serpong, Tangerang Banten, polisi menemukan sejumlah barang bukti hasil kejahatannya.
Hal itu disampaikan Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Kurnia Putra.
"Saat kami lumpuhkan, ternyata tersangka ini menyimpan sebilah golok di punggungnya, dan di sakunya ada sebuah emas batangan," kata Agung, Senin (13/7/2020).
Hasil penyelidikan, emas tersebut merupakan milik korban yang baru saja dibobol rumahnya di Jalan Tegalsari 16 Surabaya tepat sebelum kedua pelaku dilumpuhkan.
"Setelah kami periksa saksi korban, membenarkan jika emas batangan itu miliknya dan ada bukti kepemilikan berupa surat-suratnya," tambah Agung.
Sampai saat ini, polisi masih menelusuri jejak tiga pelaku komplotan spesialis pembobolan rumah mewah ini.
Diduga, kawanan ini kerap beraksi tak hanya di Surabaya,melainkan juga di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Catatan Hitam
Sesuai catatan hitam kepolisian, dua kawanan ini memiliki jam terbang tinggi. Bahkan mereka dijuluki perampok kelas kakap.
Mereka lebih memilih beroperasi di kawasan rumah mewah yang ditinggal penghuninya.
Hasil pemeriksaan sementara, tersangka Budi Prakoso dan Antoni telah beraksi lintas provinsi. Yakni di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur khususnya di Kota Surabaya.
Dua penjahat kelas kakap yang ditembak mati karena berusaha melawan saat ditangkap.
"Iya dua orang dilakukam tindakan tegas terukur," ujar salah satu sumber di internal kepolisian.
Kasus pencurian di rumah mewah itu telah terjadi di wilayah Rangkah Surabaya. Lalu, percobaan perampokan di wilayah Dharmahusada dan dua rumah di wilayah Tegalsari Surabaya dalam minggu ini.
Penangkapanan tersangka dilandasi saat menyatroni dua rumah mewah di Jalan Musi dan Jalan Tegalsari Surabaya, Minggu (12/7/2020) pagi.
Polisi yang mengidentifikasi pembobol rumah nyanggong di beberapa akses jalan di perumahan mewah. Ketika pelaku masuk di kawasan rumah mewah di wilayah Tegalsari mencurigai.
Tak pelak, anggota Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya yang sudah stand by membuntuti para pelaku karena ulahnya mencurigakan. Merek ditengarai hendak melakukan aksinya di wilayah Dharmahusada Surabaya usai beraksi di wilayah Tegalsari itu.
"Jadi anggota sempat berpapasan dengan para pelaku. Karena mencurigakan didekati. Ketika dihampiri mereka semburat dan mencoba melawan dengan menggeber motor dan membuang barang bukti. Terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur," ujar sumber internal kepolisian.
Saat penangkapan, ada empat orang pelaku menggunakan motor sedangkan satu orang lainnya menunggu di sebuah hotel wilayah Sidoarjo.
"Total lima orang, yang kerja empat orang dan satunya menunggu di hotel wilayah Sedati, Sidoarjo," tandasnya.
Polisi memastikan, saat ini baru dua orang yang diringkus sedangkan tiga tersangka lain masih dalam pengejaran.
"Dua orang terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur, karena melawan saat hendak ditangkap. Sementara kami masih melakukan pengejaran terhadap komplotan ini," beber Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhony Eddison Isir, Senin (13/7/2020).
Hasil identifikasi polisi, komplotan ini sejak Januari lalu berada di wilayah Surabaya dan ada tujuh TKP yang teridentifikasi.
"Kemungkinan banyak TKP-nya, namun ada yang masih percobaan pembobolan.
Masih kami dalami dan kembangkan. Sasarannya rumah kosong, mereka menggunakan motor saat beraksi," tandasnya.
Sesuai catatan yang ada, sejak Jumat (10/7/2020) hingga Minggu (12/7/2020) sudah ada empat laporan mengenai aksi kejahatan tersebut.
Terbaru, dua rumah mewah di wilayah Tegalsari Surabaya jadi sasaran para bandit.
Kerugian dari aksi kejahatan tersebut disinyalir mencapai ratusan juta rupiah.
Kini pelaku berjumlah lima orang itu telah diringkus polisi.
Diberitakan sebelumnya, Sebuah rumah mewah bergaya Hindia Belanda di Jl Musi, Surabaya, diobok-obok kawanan bandit, Minggu (12/7/2020) sore.
Ternyata, di hari yang sama, pagi harinya, sebuah rumah di Jl Tegalsari juga bernasib sama.
Dua rumah ini masuk dalam wilayah hukum Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya.
Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu I Made Sutayana mengatakan, di Jl Tegalsari, pelaku berhasil membawa kabur perhiasan senilai Rp120 juta.
Meski masih melakukan penyelidikan, I Made Sutayana menduga pelaku adalah residivis.
Dugaan itu muncul karena dari pola aksinya, pelaku cenderung memahami karakter lingkungan dan situasi objek sasaran rumah yang hendak disatroninya.
Yakni memilih karakteristik rumah yang cenderung dekat tata letaknya dengan akses jalan utama; jalan utama atau jalan raya.
Selain itu, rumah dalam keadaan kosong tak berpenghuni, atau penghuni sedang bepergian.
"Dua rumah itu dibobol saat kosong. Ini kan masih analisa dari polrestabes. Kalau saya analisa ya pelakunya residivis," ungkapnya.
Kendati demikian I Made Sutayana masih terus berkoordinasi dengan Satreskrim Polrestabes Surabaya guna mengidentifikasi profil para pelaku rampok, lalu mengejarnya.
"Tapi ini juga menunggu dari polrestabes, apakah ada temuan temuan baru (hasil identifikasi) atau tidak," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul 2 Perampok Rumah Mewah Ditembak Mati Polisi, Emas Batangan Ditemukan di Kantong Celana Pelaku
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/20042020_narapidana-atau-napi-yang-dapat-asimilasi-ditembak-mati-di-tanjung-priok-jakarta-utara.jpg)