Breaking News:

PERAMPOKAN DI MITRA RAYA

Jadi Korban Perampokan di Mitra Raya Batam, Candy Bersyukur Ada Rekan yang Menolongnya

Dia bercerita, jika tetangganya tak datang untuk menolong saat kejadian berlangsung, mungkin kondisinya tak seperti saat ini.

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ICHWAN NUR FADILLAH
Suasana toko milik Candy, Senin (13/7/2020). Candy mengalami perampokan beberapa waktu lalu. Ia mendapat jahitan di kepalanya akibat dipukul pakai linggis oleh perampok 

“Dia tahu setiap jam segitu korban pasti ambil uang,” ungkap Kapolresta Barelang, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro kepada Tribun Batam, Kamis (9/7/2020).

Menurut Purwadi, dari pengakuan keduanya, aksi ini dilakukan karena mereka terlilit utang. Oleh sebab itu, keduanya nekat berbuat jahat.

 Update Covid-19 di Kepri Kamis (9/7), OTG 9895, Positif 290, Sembuh 248, Meninggal 16

 CATAT, Gubernur Perintahkan Layanan Rapid Test Gratis di RSUD Raja Ahmad Tabib, Simak Syaratnya

“Dari hasil pemeriksaan begitu katanya,” tambah Purwadi.

Akibat ulah kedua pelaku, korban bernama Candy Mudyta (28) harus mendapat luka cukup serius di bagian kepala.

Bahkan, kepala Candy harus dijahit hingga 35 jahitan. Kondisi Candy pun belum terlalu membaik sejak kejadian nahas ini terjadi.

Kini kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ditangkap, kedua pelaku sempat meringis kesakitan akibat timah panas menembus kaki keduanya. 

Fakta-fakta Perampokan

Warga Perumahan Mitra Raya, Batam Center, dihebohkan aksi perampokan sadis, Selasa (7/7/2020) malam yang dilakukan oleh dua orang yang mengendarai motor.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.45 WIB malam. Korbannya seorang pria muda, Candy Mudyta (28) yang merupakan pemilik Best Minimarket di Batam Center.

Berikut ini sejumlah fakta yang berhasil dihimpun oleh TRIBUNBATAM.id :

Korban baru turun dari mobil

Mobil korban berlumuran darah korban perampokan di Mitra Raya Batam, Rabu (8/7/2020).
Mobil korban berlumuran darah korban perampokan di Mitra Raya Batam, Rabu (8/7/2020). (ISTIMEWA)

Sebelum kejadian perampokan itu, korban baru turun dari Toyota Avanza warna putih miliknya.

 WAJAH Dua Perampok Sadis di Batam, Pukul Kepala Korban dengan Besi Meringis saat Disergap Polisi

Tiba-tiba ada dua pria mengendarai Honda Sonic dengan plat nomor BP 2294 AH dan menutupi wajah dengan helm serta masker.

Keduanya mendekat dan salah satu pelaku memukul kepala korban menggunakan besi panjang sekira 30 sentimeter saat korban hendak berjalan menuju rumahnya.

Korban alami 35 jahitan di kepala

Akibat hantaman besi panjang itu korban mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan mendapatkan 35 jahitan dan menjalani perawatan di UGD Rumah Sakit (RS) Awal Bros.

“Sekarang suami saya masih pusing dan belum terlalu baik kondisinya,” ungkap istri korban kepada Tribun Batam di rumahnya. Candy sendiri pulang dari rumah sakit, Rabu (8/7/2020) sekira pukul 04.00 WIB.

Perampok kabur 13 jam sebelum dibekuk

Satu dari dua pelaku meringis kesakitan setelah ditangkap polisi
Satu dari dua pelaku meringis kesakitan setelah ditangkap polisi (IST)

Setelah kabur, akhirnya 13 jam kemudian kedua perampok berhasil ditangkap polisi dengan barang bukti sepeda motor, jaket ojol. Polisi juga mengamankan uang Rp 6 juta dalam tas milik korban.

“Alhamdulillah pelaku sudah diamankan,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan kepada Tribun Batam, Rabu (8/7/2020).

Selain itu, lanjut Andri, barang bukti dari kedua pelaku pun ikut diamankan di Markas Polresta (Mapolresta) Barelang.

Andri menuturkan, kedua pelaku sempat berusaha merampas tas milik korban berisikan uang jutaan rupiah. Namun upaya itu kandas setelah warga mulai berdatangan.

“Tak sempat. Karena korban coba mengamankan barang miliknya,” tambah Andri.

Tetangga saksikan korban dipukuli

Seorang tetangga mengaku melihat saat korban dipukuli perampok di depan rumahnya.

“Perampoknya dua orang. Begitu korban turun dari mobil kepalanya langsung dipukul pakai besi. Mereka mau rampas tas korban," jelas Toni, tetangga korban kepada Tribun Batam, Rabu (8/7) siang.

Toni mengatakan, dua pelaku mengendarai Honda Sonic dengan plat nomor BP 2294 AH dan menutupi wajah dengan helm serta masker.

Keduanya memukul kepala korban berkali-kali menggunakan besi sekira 30 cm saat korban hendak berjalan menuju rumahnya.

Melihat itu, Toni tak tinggal diam. Dia langsung berteriak maling dan berusaha menolong Candy.

Mendengar kegaduhan, warga sekitar ikut berhamburan ke luar. Hal ini membuat 2 (dua) pelaku panik dan kabur.

Pelaku gagal rampas uang korban

Lokasi ini diduga sebagai lokasi kaburnya dua pelaku perampokan sadis di Perumahan Mitra Raya Batam. Kedua pelaku melompat pagar dan berhasil kabur
Lokasi ini diduga sebagai lokasi kaburnya dua pelaku perampokan sadis di Perumahan Mitra Raya Batam. Kedua pelaku melompat pagar dan berhasil kabur (TRIBUNBATAM.id/ICHWAN NURFADILLAH)

Akibat mendengar kegaduhan, warga pun berdatangan.

Melihat ini, kedua pelaku kabur dan meninggalkan sepeda motor, jaket bertuliskan nama ojek online, dan besi untuk memukul korban.

Keduanya diduga kabur dengan melompati pagar pembatas perumahan, berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Bahkan, dari informasi yang Tribun Batam dapatkan, masker salah satu pelaku sempat tersangkut di salah satu pohon tak jauh dari pagar pembatas.

"Korban sempat mempertahankan tasnya dalam keadaan kepala terluka dan berdarah," tambah Toni.

Saat itu, Candy membawa tas sandang berisikan uang sekira Rp 6 juta.

Korban sempat melawan walau kepala berlumuran darah.  (Tribunbatam.id/Ichwan Nurfadillah)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved