Rabu, 15 April 2026

TRIBUN WIKI

Dikembangkan untuk Hadapi Wabah Tahun 1910, Simak Sejarah Penemuan Hazmat

Alat pelindung diri (APD) adalah benda penting yang harus dikenakan petugas medis dalam menangani pasien Covid-19, termasuk hazmat.

South China Morning Post
ILUSTRASI staf medis mengenakan hazmat suit dalam menangani virus corona. Seorang warga negara China yang dikabarkan telah dinyatakan positif mengidap virus corona jenis baru atau Covid-19 sempat berlibur ke Bali 

Ilmuwan Rusia kemudian merancang prototipe hazmat untuk menangani wabah yang berkembang di Volga pada tahun 1870-an.

Pakaian yang dirancang itu bertujuan mencegah gas imajiner mencapai hidung.

Ada sejarah panjang dari alat pelindung diri (APD), tetapi bukan dari wabah atau penyakit dari bakteri.

Hazmat modern di tengah wabah ebola

Asal usul hazmat modern dikembangkan saat wabah Manchuria merebak di tahun 1910.

Saat itu, dokter Wu Lien-teh, memiliki teori bahwa wabah itu menyebar di udara seperti flu.

Dr Wu Lien-teh bersikeras agar semua dokter, perawat dan staf pemakaman memakai topeng kasa sederhana yang dirancangnya.

Awalnya, dokter Wu diejek oleh rekan-rekannya, tetapi ketika seorang dokter Perancis yang terkenal mengoperasi tanpa topeng untuk membuktikan pendapatnya salah, dokter tersebut akhirnya meninggal beberapa hari kemudian.

Setelah itu, anggapan tentang masker kasa rancangannya berubah dan Wu telah menyelamatkan hidup yang tak terhitung.

Pandemi flu Spanyol di tahun 1918, masker adalah hal biasa.

Memasuki abad ke-20, sektor kimia dan nuklir mengembangkan pakaian hazmat modern, dengan versi medis yang mulai digunakan secara luas selama wabah ebola pada tahun 1990-an.

Sejak itu, pakaian hazmat kian populer, bahkan menjadi plot penting dalam setiap produksi film yang menampilkan penyebaran wabah penyakit.

Ahli epidemiologi adalah pahlawan budaya yang menarik.

Mereka bagian dari detektif, berusaha menemukan pasien atau hewan dan mencari dari mana penyakit berasal.

Tetapi mereka juga seseorang yang berjanji untuk memulihkan masyarakat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved