Sabtu, 18 April 2026

TRIBUN WIKI

Dikembangkan untuk Hadapi Wabah Tahun 1910, Simak Sejarah Penemuan Hazmat

Alat pelindung diri (APD) adalah benda penting yang harus dikenakan petugas medis dalam menangani pasien Covid-19, termasuk hazmat.

South China Morning Post
ILUSTRASI staf medis mengenakan hazmat suit dalam menangani virus corona. Seorang warga negara China yang dikabarkan telah dinyatakan positif mengidap virus corona jenis baru atau Covid-19 sempat berlibur ke Bali 

Pada tahun 2015, para peneliti di Johns Hopkins University mendesain ulang setelan hazmat agar pakaian ini dapat lebih mudah dan aman saat dipindahkan.

Selain menyederhanakan ritsleting dan meningkatkan sistem pendingin, mereka menciptakan lebih banyak transparansi di sekitar wajah.

Kendati demikian, pakaian ini belum digunakan secara luas.

Para peneliti menilai dengan mengurangi transparansi pada wajah akan memberi manfaat lain, saat petugas medis merawat pasiennya.

Pada tingkat dasar, peneliti mengatakan seorang pekerja medis yang wajahnya dikaburkan dapat memiliki efek dehumanisasi.

Pasien menyadari bahwa mereka bukan lagi hanya manusia, tetapu suatu vektor penyakit.

Kini, setelah pakaian hazmat menjadi alat penting untuk mempersenjatai para petugas medis maupun staf pemakaman dalam melawan wabah Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona baru yang kini telah menginfeksi jutaan orang di dunia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penemuan yang Mengubah Dunia: Hazmat dari Kostum Paruh hingga Pelindung dari Ebola dan Corona".

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved