Kamis, 16 April 2026

HEADLINE TRIBUN BATAM

Sabu Tiga Karung Dibuang ke Laut

Tim Fleet One Quick Response (F1QR) kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke Indonesia dari Malaysia, Rabu (15/7/2020) malam.

wahyu indri yatno
Headline Tribun Batam, 16 Juli 2020 

TRIBUNBATAM.id, id, TANJUNGPINANG - Tim Fleet One Quick Response (F1QR) kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke Indonesia dari Malaysia, Rabu (15/7/2020) malam.

Tidak tanggung-tanggung, tersangka membawa 38,4 kilogram sabu dan 40 ribu butir ekstasi.

Pelaku berinisial “I” ini ditangkap di perairan Bintan saat membawa barang haram itu menggunakan kapal pompong bermesin 250PK.

Saat didekati tim patroli F1QR, pria berusia 34 tahun ini sempat membuang tiga karung sabu dan ekstasi itu ke laut. Namun, petugas TNI AL berhasil mengambil barang bukti tersebut.

Ini adalah untuk kedua kalinya tim F1QR di bawah Komando Armada (Koarmada) I ini menggagalkan penyelundupan sabu di masa pendemi Covid-19 ini.

Pada bulan lalu, tepatnya 8 Juni 2020, tim F1QR Lanal Karimun juga menggagalkan penyelundupan 2 kilogram sabu di perairan Karimun.

Februari lalu, Lanal Dumai juga menggagalkan 11 kilogram sabu dan 63 ribu butir ekstasi. Seluruh barang haram itu dibawa dari Malaysia melalui laut untuk diedarkan di Indonesia.

USAI Sholat Jumat, Polsek Sekupang Semprotkan Disinfektant di Seluruh Area Masjid

Dalam ekspos pengungkapan Narkotika jenia Sabu dan Ekstasi di Lantamal lV Tanjungpinang, Kamis (16/7/2020), Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono mengatakan, dalam pemeriksaan awal, tersangka sudah 15 kali menjadi kurir narkoba adal Malaysia. Pria yang beralamat di Kota Batam ini menerima upah RM 6 000 per kilogram.

Jika satu ringgit Malaysia sama dengan Rp 3 ribu, maka upah per kilogramnya Rp 18 juta. Jika dikalikan dengan total sabu 38 kilogram, artinya pelaku mendapat upah dengan total Rp 684 juta.

Heri sendiri tidak menceritakan kepada siapa pelaku akan mengantarkan barang tersebut.

Menurut Heri, hal itu akan menjadi pengembangan pihak kepolisian.

"Setelah ekspose ini, kami akan serahkan ke Polda Kepri untuk pengembangan lebih lanjut," ujarnya.

Dalam ekspose tersebut, Heri didampingi oleh Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto dan Wakapolda Kepri Brigjen Pol Darmawan.

Sepak terjang I sebenarnya sudah lama tercium.

Menurut Heri, selain TNI AL, pria ini sudah menjadi target operasi kepolisian Diraja Malaysia.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved