Bupati Apri Sujadi Koordinasi dengan PLN, Sejumlah Wilayah di Bintan Belum Teraliri Listrik

Progres pemasangan jaringan listrik di pulau dan wilayah pesisir di Kabupaten Bintan diklaim mencapai 80 persen.

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Bupati Bintan, Apri Sujadi menuturkan, beberapa daerah di Kabupaten Bintan masih belum terliairi listrik PLN. Ia menyebut, pemasangan jaringan listrik di pesisir Bintan sudah 80 persen. 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Sejumlah daerah di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri seperti Kecamatan Mantang dan Bintan Pesisir belum teraliri listrik PLN.

Begitu juga di daerah Seri Kuala Lobam. Ada beberapa desa di lokasi itu yang belum teraliri listrik.

Proses pemasangan jaringan listrik di daerah itu terkendala karena wilayah itu masuk kawasan hutan lindung.

"Hal ini harus menjadi perhatian Pemprov Kepri, melalui Dinas Pertambangan dan ESDM.

Kami sudah sampaikan kepada pihak PLN terkait hal itu untuk segera dituntaskan," ucap Bupati Bintan, Apri Sujadi, Minggu (19/7).

Apri Sujadi menuturkan, progres pemasangan jaringan listrik di pulau dan wilayah pesisir di Kabupaten Bintan mencapai 80 persen.

Pemkab Bintan juga berharap, agar progres pemasangan jaringan listrik PLN di daerah hinterland itu secepatnya selesai, agar masyarakat bisa menikmati listrik PLN.

"Kami terus memantau dan berkordinasi dengan pihak PLN terkait perkembangan listrik di daerah pulau dan wilayah pesisir di Kabupaten Bintan dan saat ini sudah 70-80 persen progresnya.

Semoga PLN segera menindaklanjuti dan masyarakat bisa merasakan penerangan listrik PLN secepatnya," ucapnya.

Listrik Desa di Anambas Menyala 14 Jam

Kabar gembira bagi masyarakat Desa Batu Belah, Kecamatan Siantan Timur.

Kini warga di desa ini sudah bisa menikmati aliran listrik meski belum 24 jam, mereka baru bisa menikmati listrik saat ini 14 jam saja.

Demam Berdarah di Karimun Kian Memprihatinkan, Dinkes Catat 199 Kasus, Mayoritas Anak-Anak

Kapal Puskel Husada 001 Terbakar di Anambas, Diduga Hubungan Pendek Arus Listrik

Mengalirkan listrik ke desa-desa terpencil di seluruh nusantara merupakan salah satu program pemerintah yang dilaksanakan PLN untuk meningkatkan ekonomi rakyat.

Peresmian listrik di Desa Batu Belah, Kecamatan Siantan Timur mendapat antusias dari warga yang telah lama menantikan listrik masuk ke wilayah mereka.

Pasalnya, selama ini untuk penerangan rumah dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan listrik mereka masih menggunakan genset.

Aliran listrik tersebut diresmikan PT PLN (Persero) ULP Anambas, Selasa kemarin (7/4/2020), dan merupakan salah satu program listrik desa.

"Meski di tengah pandemi Covid-19, PLN ULP Anambas tetap semangat dalam bekerja sesuai prosedur dan kondisi saat ini dalam mewujudkan harapan masyarakat akan tersedianya listrik di desa tersebut," ujar Manajer PLN ULP Kepulauan Anambas, Hendrico saat dihubungi via telepon, Rabu (8/4/2020).

Dikatakan Hendrico, ada sekitar 50 pelanggan yang sudah menyala listriknya di desa Batu Belah dan nanti akan terus bertambah lagi seiring berjalannya waktu.

"Alhmdulilah, saat kita resmikan masyarakat sangat senang sekali dan mengucapkan terimakasih kepada kita, karena memang mereka sudah lama menunggu listrik ada di desa mereka," sambungnya.

Hendrico menyebutkan permintaan masyarakat saat itu berharap kepada PLN ULP Anambas sebelum memasuki bulan Ramadan, listrik sudah dapat menyala.

Dan PLN ULP Anambas telah memenuhi harapan dari masyarakat.

"Dengan adanya listrik di desa Batu Belah semoga dapat mendukung kegiatan perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tersebut, sebab listrik ini untuk kehidupan yang lebih baik dan memang sangat dibutuhkan sekali," ucapnya.

Kendala Program Listrik Desa

General Manager PLN Wilayah Riau Kepri (WRKR), Dispriansyah menargetkan, kendala program listrik desa 2019 ditergetkan selesai pada 2020.

Ia mengklaim, sejumah mesin untuk mendukung penerapan listrik desa di sejumlah pulau di Provinsi Kepri belum bisa beroperasi 24 jam karena minimnya operator.

Pertemuan Plt Gubernur Kepri, Isdianto dengan perwakilan manajemen PLN wilayah Riau dan Kepri di kantor Gubernur Kepri, Selasa (15/7). Pertemuan itu membahas kendala dalam merealisasikan listrik desa 2019 yang belum merata di Provinsi Kepri.
Pertemuan Plt Gubernur Kepri, Isdianto dengan perwakilan manajemen PLN wilayah Riau dan Kepri di kantor Gubernur Kepri, Selasa (15/7). Pertemuan itu membahas kendala dalam merealisasikan listrik desa 2019 yang belum merata di Provinsi Kepri. (TribunBatam.id/Istimewa)

Pihak PLN menurutnya akan menindaklanjuti hal ini dengan menambah personel.

Ini dilakukan karena sistem operator yang biasa diterapkan adalah sistem pergantian waktu.

"Saat ini sedang berproses, sebagian jaringan sudah terpasang tinggal menunggu mesin," katanya saat kunjungannya ke kantor Gubernur Kepri, Selasa (14/7).

Penjelasan tentang listrik desa 2019 ini ia sampaikan setelah Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto meminta kepastian PLN tentang program listrik desa tahun 2019.

Menurutnya, program itu sempat terkendala, sehingga masih ada sejumlah desa di Provinsi Kepri yang belum teraliri listrik 100 persen.

Meski demikian, pihaknya berterima kasih kepada PLN dimana saat akhir pekan lalu, dirinya berkunjung ke Kecamatan Galang, Batam menanggapi keluhan masyarakat terkait kelistrikan, pihak PLN ikut dan kooperatif.

Isdianto mengajak seluruh jajaran yang berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat agar bekerja secara kooperatif dan mengedepankan kebersamaan, sehingga apa yang menjadi tujuan pelaksanaan kegiatan dapat tercapai secara maksimal.

Warga Desa Air Putih Kecamatan Siantan Timur yang mengerjakan kapal pompong. Masih mengandalkan listrik desa, masih ada desa di Anambas yang belum tersentuh listrik 24 jam. Foto diambil beberapa waktu lalu.
Warga Desa Air Putih Kecamatan Siantan Timur yang mengerjakan kapal pompong. Masih mengandalkan listrik desa, masih ada desa di Anambas yang belum tersentuh listrik 24 jam. Foto diambil beberapa waktu lalu. (Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman)

"Kita tahu kelistrikan menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat untuk itu kita semua perlu bersama-sama memikirkan ini, menjawab kebutuhan masyarakat, agar masyarakat senang.

Kami berharap permasalahan di Galang dapat tindak lanjut segera oleh pihak PLN.

Apa kesulitan PLN yang bisa kita bantu, kita bantu, kita carikan solusi, yang penting kita buat masyarakat senang, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar yakni listrik ini," tambah Isdianto.

Isdianto meminta agar PLN tidak ragu berkomunikasi dengan Pemerintah, sehingga jika ada persoalan terkait kelistrikan di Kepri dapat dicarikan solusi segera.

Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Asisten Bidang Pemerintahan Raja Ariza, Asisten Bidang Perekonomian Syamsul Bahrum, Kadis LHK Nilwan, Plt. Kadis ESDM Hendri Kurniadi, Sekper PLN Batam Agus Subekti, Manajer UP3 Tanjungpinang Suharno dan Manajer KSA PLN UP3 Tanjungpinang Raja Irwandi.(*TribunBatam.id/Alfandi Simamora/Thomm Limahekin/Elhadif Putra/Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved