Selasa Sehat bareng dr Ricky Dwi Putra
Selasa Sehat bareng dr Ricky, Kupas Tuntas Soal DBD, Bagaimana Gejala dan Cara Mengatasinya?
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini dibawa oleh nyamuk aedes aegypti.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) terbilang masing tinggi dan mengancam di sejumlah wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Selama bulan Juli, tercatat ada 75 kasus di Kepri dengan rincian 23 kasus di Batam, 22 di Tanjungpinang, 33 di Karimun, 2 di Bintan, 5 di Natuna, dan 6 di Lingga.
Angka tersebut menunjukkan jika kasus DBD masih membutuhkan perhatian serius.
Terlebih saat hujan sering mengguyur, di mana nyamuk aedes aegypti berkembang lebih banyak dibanding biasanya.
Menyoal hal ini, segmen diskusi Selasa Sehat Tribun Batam episode 3 yang tayang secara Live di platform Zoom dan Facebook mengupas tuntas terkait penyakit DBD.
Bersama dr. Ricky Dwi Putra, diskusi ini digelar atas kerjasama antara Tribun Batam dan RSBP Batam.
Apa itu DBD?
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue.
Virus ini dibawa oleh nyamuk aedes aegypti yang menularkan virus tersebut dari orang terinfeksi.
Selain nyamuk aedes aegypti, virus ini juga bisa dibawa oleh nyamuk aedes albopictus.
Adapun virus ini terbagi menjadi 2 famili, yaitu flaviviridae dan flavivirus.
Kedua famili atau genus ini terbagi lagi ke dalam 4 serotipe, yakni DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4.
dr. Ricky mengungkapkan jika gejala klinis pasien DBD mulai muncul pada hari ke-3 hingga ke-5 pasca infeksi.
"Biasanya, manifestasi klinis awalnya adalah demam, pegal-pegal dan juga ada gejala dari saluran pencernaan seperti mual dan muntah serta menurunnya nafsu makan." terang dokter lulusan FK Universitas Muhammadiyah Palembang ini.
Demam pada penyakit DBD umumnya muncul tiba-tiba dan langsung tinggi.