Selasa Sehat bareng dr Ricky Dwi Putra
Selasa Sehat bareng dr Ricky, Kupas Tuntas Soal DBD, Bagaimana Gejala dan Cara Mengatasinya?
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini dibawa oleh nyamuk aedes aegypti.
"Komplikasinya lebih pada kehilangan cairan atau dehidrasi. Bila tidak ditangani secara serius bisa menyebabkan kematian." paparnya.
Untuk itu, penanganan utama dari penyakit DBD adalah terapi cairan.
Asupan cairan yang lebih banyak ini dibutuhkan untuk mengatasi kebocoran cairan akibat menurunnya trombosit.
Selain itu, dokter juga biasanya akan memberikan transfusi trombosit bila kondisi pasien relatif parah.
Diagnosis
dr. Ricky menjelaskan jika diagnosis penyakit DBD sebaiknya dilakukan setelah 3 hari indikasi demam mulai dirasakan.
Hal ini lantaran kadar trombosit cenderung akan terlihat normal pada hari pertama hingga ke-tiga.
Pada waktu tersebut, penyakit ini relatif sulit terdeteksi.
Bila hingga 3 hari indikasi demam masih dirasakan, pemeriksaan laboratorium baru bisa dilakukan.
Saat itu, kadar trombosit mulai terlihat menurun.
Faktor risiko dan pencegahan
Faktor risiko utama dari penularan DBD adalah lingkungan.
Untuk itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah preventif paling utama untuk memutus mata rantai penularan virus dengue.
"Nyamuk aedes aegypti itu berkembang biak di air yang bersih, bukan air kotor. Jadi, bila ada genangan air seperti di ember atau di baskom, sebaiknya ditutup. Bila tidak ada keperluan menampung air, sebaiknya dikuras saja untuk memusnahkan media mereka berkembang biak." jelas dr. Ricky.
Selain itu, penyemprotan nyamuk juga bisa dilakukan untuk membasmi perkembangbiakannya.