Sabtu, 9 Mei 2026

Mesir dan Turki Makin Memanas, Parlemen Beri Izin Pemerintah Kerahkan Tentara ke Libya

Parlemen Mesir telah memberikan izin pengerahan pasukan ke luar negeri. Keputusan tersebut dikhawatirkan dapat membuat Mesir dan Turki berkonfrontasi

Tayang:
ISRAELI DEFENCE MINISTRY
ILUSTRASI TANK - Parlemen Mesir restui rencana pemerintah kerahkan tentara ke Libya. 

TRIBUNBATAM.id, KAIRO - Mesir tampaknya bersiap untuk menghadapi perang dengan Turki.

Pada Senin (20/7/2020), Parlemen Mesir telah memberikan izin pengerahan pasukan ke luar negeri.

Semua itu dilakukan usai Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi mengancam akan adanya intervensi militer terhadap pasukan yang didukung Turki di Libya sebagaimana dilansir dari Deutsche Welle, Senin (20/7/2020) lalu.

Parlemen Mesir menyatakan bahwa pasukan bersenjata dapat dikerahkan di luar negara itu untuk memerangi milisi kriminal dan kelompok-kelompok teroris asing di "front barat” tanpa menyebut Libya secara langsung.

Mesir dan Libya berbatasan langsung di sebelah barat Turki.

Pernyataan itu menambahkan pasukan Libya akan membela keamanan nasional Mesir.

Sejarah Penemuan Alat Kontrasepsi Sebagai Pencegah Kehamilan, Sudah digunakan Sejak Zaman Mesir Kuno

Keputusan tersebut dikhawatirkan dapat membuat Mesir dan Turki berkonfrontasi secara langsung.

Pekan lalu, El-Sissi mengatakan bahwa Mesir tidak akan tinggal diam jika ada ancaman terhadap keamanan negaranya.

Dia juga memperingatkan bahwa kota pantai strategis Sirte adalah garis merah.

Serangan terhadap kota itu oleh pasukan pemerintah Libya akan mendorong Kairo untuk turun tangan.

Perang Saudara

Libya masih dalam pergolakan perang saudara sejak pemberontakan yang didukung NATO pada 2011 menggulingkan diktator Libya Moammar Khadaffy.

Kontrol atas negara kaya minyak iu kini menjadi dua kubu yakni pemerintahan Libya yang didukung PBB di barat dan Khalifa Haftar dengan Tentara Nasional Libya-nya ( LNA) di timur.

Mesir, Uni Emirat Arab, dan Rusia mendukung Haftar. Sementara itu pasukan pemerintah Libya didukung oleh Turki, Italia, dan Qatar.

Dengan dukungan Turki, pasukan pemerintah Libya bulan lalu mengakhiri pendudukan LNA terhadap ibu kota selama 14 bulan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved