Menolak Cuci Pakaian, Ayah Hajar Anak Gadisnya hingga Luka-luka
Ayah menyuruh anak gadisnya menyuci pakaian, padahal sebelum disuruh bocah malang itu sudah menyuci pakaian.
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Seorang anak putri luka-luka dihajar ayah kandungnya gara-gara tidak mau lagi mencuci pakaian.
Persoalannya, sang anak sudah letih karena berkali-kali mencuci pakaian.
Kejadian ayah dihajar hingga luka oleh ayah kandungnya sendiri ini terjadi di RT 03/04 Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Penganiayaan itu terekam video amatir warga lalu viral di media sosial.
Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, seorang pria yang tak mengenakan baju terlihat berulang kali memukuli anak perempuannya hingga terluka.
Seorang warga RT 03, Deby Setianing (20) mengatakan, pria yang menganiaya bocah berinisial RPP (12) tersebut merupakan kakak iparnya sendiri bernama Abdul Mihrab (40).
Deby menceritakan awalnya Abdul menyuruh RPP menyuci pakaian, padahal sebelum disuruh bocah malang itu sudah menyuci pakaian.
Tak tanggung-tanggung, RPP mencuci pakaian Abdul, ibu tirinya, Ade Rohmah Widyaningsih (40) dan adik tiri perempuannya GH (10).
"Korban menolak karena memang sudah mencuci pakaian, tapi ayahnya marah. Dia menyeret RPP dari pintu depan ke kontrakan sampai berdarah kakinya, dijambak, dipukulin," ujarnya.
Deby yang tinggal bersebelahan dengan kontrakan Abdul sudah mencoba menyelamatkan RPP agar tak terus dianiaya pelaku.
Bersama dua adik kandung perempuan Abdul yang saat kejadian berada di lokasi mereka berusaha menghentikan perbuatan keji itu.
"Tapi karena badan saya kecil jadi kalah tenaga, video yang viral itu yang videoin adik kandung Abdul. Pas kejadian Abdul ini enggak lagi mabuk, memang tabiatnya begitu," tuturnya.
Saat kejadian, Abdul lantang menyebutkan bahwa dirinya tak takut dipenjara akibat perbuatannya.
Beruntung tak lama video diunggah ke media sosial lalu viral, Deby menuturkan jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur datang.
"Kita enggak lapor polisi, tapi karena viral polisi datang. Sekira pukul 01.00 WIB mereka datang. Abdul, istri sirinya, korban, sama dua adiknya dibawa ke Polres," lanjut Deby.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/23-7-2020-proses-penjemputan-abdul-mihrab.jpg)