Senin, 27 April 2026

Daftar Musuh Tiongkok di Laut China Selatan Bertambah, Australia Bergabung di Aliansi Amerika

Daftar musuh Tiongkok di Laut China Selatan kembali bertambah. Amerika Serikat yang menjadi seteru nomor 1 di LCS menambah sekutunya yakni Australia

(U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Brandon Richardson)
ILUSTRASI. Kapal induk dan kapal perang AS di Laut China Selatan. Aliansi AS kembali bertambah setelah Australia ikut bergabung dan menolak klaim China di sebagian besar perairan Laut China Selatan. 

Editor: Azmi S

TRIBUNBATAM.id, MELBOURNE - Daftar musuh Tiongkok di Laut China Selatan (LCS) kembali bertambah. 

Amerika Serikat (AS) yang menjadi seteru nomor 1 di LCS menambah sekutunya yakni Australia.

Australia resmi bergabung dengan AS dan menolak klaim China di LCS.

China dituding tak patuh hukum internasional.

Malaysia Dianggap Terlalu Tenang Hadapi Konflik Laut China Selatan, Menlu Sampai Ditegur

AS Akan Memihak ke ASEAN, Sebut Cara Tiongkok di Laut China Selatan Mirip VOC dan EIC

Ketegangan AS-Tiongkok di Laut China Selatan Semakin Meningkat, Bagaimana Sikap Indonesia?

AS bulan ini menolak klaim China atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan.

Peryataan itu menuai kritik dari China dan mengatakan posisi Washington memicu ketegangan di kawasan itu.

USS John S. McCain saat patroli di Laut China Selatan
USS John S. McCain saat patroli di Laut China Selatan (wikpedia)

Australia dalam sebuah deklarasi yang mereka ajukan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (24/7/2020), menolak klaim maritim China di sekitar pulau-pulau yang diperebutkan di Laut Cina Selatan.

Australian menilai China tidak konsisten dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut. 

"Australia menolak klaim China untuk hak bersejarah atau hak dan kepentingan maritim sebagaimana ditetapkan dalam praktik panjang sejarah di Laut China Selatan," kata Australia dalam deklarasi yang mereka ajukan ke PBB seperti dikutip Reuters.

Amerika Pamer Kekuatan di Laut China Selatan, Turunkan 2 Kapal Induk di Depan Pasukan China

Konflik China dan Amerika Memanas, 2 Kapal Induk AS akan Menuju Laut China Selatan

Laut China Selatan, China Gertak Amerika Serikat, Sebut AS Tak Lebih dari Macan Kertas

Australia juga mengatakan tidak menerima pernyataan China bahwa kedaulatannya atas Kepulauan Paracel dan Kepulauan Spratly yang mendapat pengakuan luas dari masyarakat internasional.

China mengklaim 90 persen perairan yang berpotensi kaya energi, tetapi Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim bagian-bagiannya di Laut China Selatan.

Setelah Merajalela di Laut China Selatan, China Cari Gara-gara dengan Jepang di Laut China Timur. Kapal penjaga pantai Jepang usir kapal penjaga pantai China di perairan Kepulauan Diaoyu (Senkaku), Laut China Timur, 2018
Setelah Merajalela di Laut China Selatan, China Cari Gara-gara dengan Jepang di Laut China Timur. Kapal penjaga pantai Jepang usir kapal penjaga pantai China di perairan Kepulauan Diaoyu (Senkaku), Laut China Timur, 2018 (nhk)

Perdagangan dengan nilai mencapai 3 triliun US dolar melewati Laut China Selatan setiap tahun.

China bahkan telah membangun pangkalan di atas atol di wilayah tersebut tetapi mengatakan niatnya damai.

Australia telah lama mengadvokasi kebebasan navigasi di Laut China Selatan, dan untuk semua negara yang mengklaim perairan tersebut untuk menyelesaikan perbedaan mereka sesuai dengan hukum internasional.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved