Sabtu, 2 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Daging Kambing Dianggap Picu Hipertensi, Berapa Batas Aman Konsumsinya?

Di Indonesia selama ini berkembang anggapan bahwa daging kambing dapat menyebabkan hipertensi.

Tayang:
GOOGLE IMAGES
ILUSTRASI masakan - daging mengandung lemak jenuh yang dipercaya bisa menyebabkan hipertensi 

Editor: Widi Wahyuning Tyas

TRIBUNBATAM.id - Daging kambing dianggap menjadi satu pemicu utama penyakit hipertensi.

Hal ini membuat tak sedikit orang yang memilih untuk menghindari konsumsi daging kambing ketimbang harus menghadapi risiko kesehatan yang mengintai.

Adapun hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi yang tak boleh diabaikan.

Bagaimana tidak, hipertensi merupakan faktor risiko utama dari perkembangan penyakit jantung dan stroke.

Hipertensi juga kerap disebut sebagai “the silent diseases” karena kerap tidak memiliki tanda-tanda atau gejala yang dapat dilihat dari luar.

Perkembangan hipertensi berjalan secara perlahan, tapi secara potensial bisa sangat berbahaya.

Untuk mencegah terjadinya hipertensi, seseorang salah satunya harus selalu menerapkan pola makan yang sehat, termasuk mengontrol batas konsumsi daging per hari.

Pertimbangkan kandungan lemak jenuh dalam daging

Di Indonesia selama ini berkembang anggapan bahwa daging kambing dapat menyebabkan hipertensi.

Hal itu memang benar adanya, tapi jika daging kambing dikonsumsi secara berlebihan atau diolah kurang sehat.

Tak hanya daging kambing, konsumsi jenis daging lain, seperti daging sapi, daging domba, maupun ayam pada dasarnya juga bisa memicu darah tinggi apabila dilakukan secara sembarangan.

Melansir Live Strong, meski kaya akan protein dan nutrisi lain yang diperlukan tubuh, daging, termasuk daging sapi, kambing, maupun ayam tetap saja mengandung lemak jenuh.

Kandungan lemak jenuh itulah yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi meningkat.

Asupan lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL) dalam darah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved